Dugaan Korupsi Cirebon, Sunjaya Jangan Seret Mantan Anak Buah

Dugaan Korupsi Cirebon, Sunjaya Jangan Seret Mantan Anak Buah



INILAH, Cirebon – Suasana di Pemerintahan Kabupaten Cirebon mulai tak kondusif. Itu gegara adanya “ancaman” dari mantan Bupati Sunjaya Purwadisastra untuk bongkar-bongkaran praktik korupsi bekas anak buahnya.

Meski mereka sangat hati-hati dalam menyikapi persoalan tersebut, pada prinsipnya beberapa kepala dinas dihinggapi keresahan. Mereka menilai, Sunjaya bisa setega itu. Padahal jelas-jelas dari kasus gratifikasi dan TPPU, KPK sudah menemukan bukti yang sangat kuat.

“Sebagai negarawan harusnya jangan bawa-bawa bawahannya. Toh Sunjaya sudah jelas jelas terbukti bersalah. Kenapa harus bawa orang lain. Dia itu bupatinya dulu, bawahan hanya pesuruh,” kata mereka yang wanti wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.

Sebelumnya, Sunjaya yang sudah jadi terpidana kasus korupsi, mengancam akan membuka dugaan korupsi pejabat setempat. Hal itu dikatakan Sunjaya beberapa waktu lalu saat mengajukan peninjauan kembali (PK) karena dirinya dijadikan sebagai terpidana kasus gratifikasi. Sunjayapun mengajukan Justice collaborator (JC) kepada KPK. Dia menyebut ada sekretaris daerah dan kepala OPD di antaranya.

Salah seorang kepala dinas yang enggan disebutkan namanya mengaku galau dengan ancaman Sunjaya. Justru dengan pernyataan tersebut malah memperkeruh suasana. 

Menurutnya, tidak ada di OPD manapun yang bersih. Untuk itu, ancaman Sunjaya tersebut sangat tidak etis dan terkesan kembali akan membuat tidak kondusifnya Pemkab Cirebon.

“Saya bingung Sunjaya membuat ancaman seperti itu. Sudah saja, semua OPD laporkan korupsi. Tapi mana buktinya? Malahan dia merasa tidak bersalah. Jangan membuat kondisi Pemkab Cirebon malah tidak kondusif,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya, Rabu (18/12/2019). (maman surahman)