Kasatgasus Minta Camat Bentuk Forum PKL

Kasatgasus Minta Camat Bentuk Forum PKL
Foto: INILAH/Yogo Triastopo



INILAH, Bandung – Ketua Satuan tugas khusus (Satgasus) Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Bandung Yana Mulyana meminta para camat untuk segera membentuk forum PKL di wilayahnya. Para camat juga diminta mengawasi dan mengendalikan lokasi PKL yang telah ditata.

Dua hal tersebut, menurut Yana, bagian dari lima intruksi terkait penataan PKL Kota Bandung. 

"Pertama, Satgasus harus memperkuat kordinasi perangkat daerah dan kewilayah," kata Wakil Wali Kota Bandung tersebut belum lama ini. 

Intruksi selanjutnya, dituturkan dia, agar seluruh camat mau berinovasi dan bekerja cerdas dalam bingkai kolaborasi dan desentralisasi. Salah satunya mengakses aplikasi Sistem Informasi Pedagang Kaki Lima (SIPKL). 

"Agar dapat diakses sebagai informasi kebersamaan PKL dan pembuatan cetak kartu PKL. Aksi nyata ini harus dilakukan segera, karena jangan sampai konsep penataan yang sudah bagus hanya sekedar rencana aksi yang tidak pernah direalisasikan," ucapnya. 

Yana menilai, PKL sebagai wirausahawan yang telah berkontribusi pada perekonomian daerah. Hal tersebut dipandang sebagai aset ekonomi yang dapat diandalkan. 

"Oleh karena itu, terbentuknya tim Satgasus PKL untuk mengoordinasi mulai perencanaan, penataan, pembinaan, pengawasan serta pengendalian dan penegak hukum," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Atet Dedi Handiman mengatakan beberapa kawasan PKL sudah ada yang direlokasi dan ditata lebih baik, di antaranya basemen Alun-alun sebagai relokasi dari Jalan Asia Afrika, Jalan Dewi Sartika, Jalan Dalem Kaum dan Jalan Kepatihan (150 PKL), Basemen BIP relokasi dari Jalan merdeka (25 PKL), Basemen Pasar Ujungberung relokasi dari sekitaran Alun-alun Ujungberung (82 PKL). Taman Sari relokasi dari Jalan Dayang Sumbi (32 PKL). 

Termasuk di Jalan Cibadak, Buahbatu, Regol, Rancasari, Malabar, dan sejumlah lokasi lainnya. Sedangkan PKL Cicadas, Cikapundung Barat dan Kosambi dalam proses penataan.

"Pada beberapa penataan dan relokasi, ada yang sudah berjalan baik dan ada yang perlu diperbaiki. Termasuk penataan fasilitas penunjang seperti toilet," kata Atet. (Yogo Triastopo)