PT Java di Palimanan Cirebon Ditutup?

PT Java di Palimanan Cirebon Ditutup?
Foto: Net



INILAH, Cirebon - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon mengancam akan menutup PT Jati Vision Raya (Java) Cirebon yang berada di Jalan Raya Palimanan-Jakarta, KM 22 Tegalkarang. Perusahaan yang bergerak dibidang manufacture of rattan furniture ini diduga melanggar aturan pengelolaan limbah.

Hasil sidak Komisi III mengisyaratkan pengelolaan limbah di perusahaan tersebut menyalahi aturan.

"Kami sudah layangkan surat kepada manajemen agar dalam dua minggu ini memperbaiki pengelolaan limbah. Hanya sudah lewat dua minggu, perbaikan dokumen dari DLH Kabupaten Cirebon atas nama PT Java belum kami terima. Beberapa kali DLH diminta perbaikan dokumennya pun, sampai sekarang belum juga ada," kata Ketua Komisi III Hermanto kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Hermanto mengancam, jika dalam waktu dekat dokumen perbaikan itu tidak juga diterima, Komisi III akan melakukan surat-menyurat agar pihak eksekutif, dalam hal ini Satpol PP, untuk menutup perusahaan tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Syahril Romadhoni mengaku, dalam pengelolaan limbah yang menyalahi aturan, pihaknya tidak akan pandang bulu. Perusahaan kecil maupun besar harus ditegur dan jika terus membandel, konsekuesninya harus ditutup.

"Ini komitmen kami jika ada perusahaan yang pengelolaan limbahnya menyalahi aturan. Ditutup bila tetap membandel," kata pria yang akrab disapa Doni.

Bahkan, kata dia, kunjungan kerja yang dilakukan Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon selama ini sudah ke beberapa perusahaan dari yang kecil hingga besar. Bahkan hasilnya, semua pengeolaan limbah dari perusahaan yang dikunjunginya tidak sesuai aturan.

"Ke PT Java kita sudah dan terbukti pengeolaan limbahnya tidak benar. Kemudian ke perusahaan besar di timur juga kita juga sudah, serta kemaren kita ke para pengrajin batik soal pengeolaan limbahnya," tukas Doni. (Maman Suharman)