Telkom University Gelar KKN Tematik Dukung Program Citarum Harum

Telkom University Gelar KKN Tematik Dukung Program Citarum Harum
Foto: Dani R Nugraha



INILAH, Bandung - Telkom University terus berkomitmen mendukung program Citarum Harum yang digulirkan pemerintah pusat. Salah satunya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa yang difokuskan di Sektor 6 Sungai Citarum Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Rektor Telkom University Adiwijaya mengatakan, KKN tematik tersebut sebagai salah satu upaya dari pihaknya untuk menciptakan sungai Citarum kembali bersih dan bisa dinikmati masyarakat.

"KKN Tematik Citarum Harum ini sudah ketiga kalinya, salah satu bentuk link and match pendidikan yang ada di kami, jadi tidak hanya belajar di Kampus, tapi berbaur dengan masyarakat dan memahami problem-problem yang ada di lingkungan," kata Adiwijaya usai membuka kegiatan, Rabu (13/11/2019).

Dia mengharapkan, para mahasiswa yang terlibat dalam KKN Tematik ini bisa langsung mengimplementasikan ilmu pengetahuan mereka dan bermanfaat untuk masyarakat di sekitar Sungai Citarum.

"Kami ingin menciptakan Citarum ini bukan sebagai halaman belakang penduduk, tapi halaman depan, jadi tempat bermain. Makanya dari mulai KKN tematik yang pertama kami buat mural, sehingga masyarakat merasa nyaman berada di sekitar sungai, lalu penanaman pohon dan ini sudah ketiga kalinya," ujarnya.

Selain itu juga, lanjut dia, bagaimana mahasiswa ini bisa membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga Sungai Citarum. Kemudian mengenal lebih jauh berbagai potensi yang ada di Citarum, termasuk implementasi Internet of Things (IOT) untuk mendeteksi polusi yang ada di sekitr Sungai Citarum.

"Tel-U juga mengajar, dalam arti mengajar disini bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat dan memelihara lingkungan. Sehingga bersama masyarakat bisa langsung terasa," ujarnya.

Adiwijaya menambahkan, pada KKN Tematik yang diikuti oleh 150 orang mahasiswa lintas Fakultas pada Telkom University itu, di antaranya melakukan kegiatan lomba perahu kano atau kayak (sistem monitoring sungai berbasis drone), penanaman 500 pohon jenis mangga, nangka, pucuk dan mera, kelas alam atau kelas mengajar dan penyerahan bantuan perpustakaan.

"Salah satunya deteksi polutan, ada yang menggunakan drone, ada robot air juga. Itu memang salah satu yang kami buat dalam rangka untuk diiimplementasikan dalam program Citarum Harum. Karena kami sadar betul, siapa lagi yang peduli kalau bukan bangsa sendiri," katanya.

Sementara itu, Komandan Sektor 6 Citarum Harum Kolonel Arh Dodo Irmanto mengatakan sejak program tersebut digulirkan pihaknya sudah berbuat yang terbaik. Meski, harus diakui hasilnya belum maksimal.

"Mungkin baru 80 persen. Tentunya kami akan berupaya terus, kerja sama dengan para stakeholder termasuk perguruan tinggi. Termasuk banyak rekan-rekan LSM asing juga yang membantu program Citarum Harum," ujarnya.

Dengan keterlibatan banyak pihak ini, menurut Dodo, bukan tidak mungkin penyelelesaian permasalahan di sungai Citarum bisa tercapai sebelum target yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.

"Sampai saat ini yang masih bertahap itu edukasi kepada masyarakat. Karena sampai saat ini, bisa dilihat walaupun Citarum sudah bersih, tapi saat hujan masih ada sedikit-sedikit sampah yang melintas. Dalam program ini kami terus lakukan edukasi kepada masyarakat," katanya.

Dodo menambahkan, bersama dengan para stakeholder, perguruan tinggi, dan juga LSM asing yang terlibat ini, pihaknya terus berdiskusi untuk membuat suatu edukasi yang paling tepat agar bisa mencegah sampah tidak masuk ke sungai. (Dani R Nugraha)