Penertiban Reklame di Kabupaten Cirebon Diwarnai Adu Mulut

Penertiban Reklame di Kabupaten Cirebon Diwarnai Adu Mulut



INILAH, Cirebon - Penertiban papan reklame di Kabupaten Cirebon diwarnai adu mulut, Rabu (19/12/2018).
 
Adu mulut terjadi antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja dengan seorang pemilik counter handphone di sekitar Pasar Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kejadian bermula ketika petugas hendak menurunkan sebuah billboard bermateri promosi sebuah merk smartphone yang diduga tanpa izin.
 
Pemilik counter handphone menolak penurunan papan reklame tersebut. Namun akhirnya, pemilik counter sepakat membuat perjanjian tertulis untuk meminta penangguhan penurunan hingga satu bulan ke depan.
 
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Cirebon Iwan Suroso menyatakan, pemasangan billboard tersebut tanpa izin dan telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014. Meski menilai sikap penolakan itu wajar, pihaknya tetap akan menurunkan billboard itu.
 
"Penolakan itu wajar, tapi penurunan akan tetap kami lakukan," tegasnya.
 
Iwan menjelaskan, bilboard yang dipasang bukanlah milik counter handphone yang bersangkutan, meski materi promosi berisikan smartphone yang dijual di counter tersebut. Pihaknya menoleransi satu bulan ke depan agar pemilik counter berkoordinasi dengan pengusaha pemilik bilboard.
 
Namun, setelah itu pihaknya akan langsung membongkar dengan alasan penempatan bilboard tersebut tidak pada tempatnya. Sebelum tindakan ini, dia meyakinkan, telah melayangkan teguran tertulis pertama hingga ketiga terhadap pemasang bilboard, tanpa perlu memberitahukan secara tertulis kepada pemilik counter.
 
"Ini urusannya dengan pemasang bilboard, pengusahanya, bukan counter handphone. Untuk pemilik counter handphone, kami beritahukan melalui telepon," bebernya.
 
Tak hanya bilboard di lokasi tersebut, Satpol PP pun membongkar reklame di tujuh titik lain. Iwan menyebut, tak sedikit reklame atau billboard yang tak berizin.
 
Dia memastikan, tindakan yang dilakukan pihaknya telah melalui rapat teknis dengan dinas terkait lain. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan agar bilboard atau reklame yang tidak berizin diturunkan.
 
Sementara itu, pemilik counter handphone, Heri Yanto mengungkapkan kekecewaannya terhadap petugas Satpol PP yang berencana menurunkan bilboard. Dia menilai, tindakan itu tak adil mengingat banyak billboard di lokasi lain yang juga melanggar, tapi dibiarkan.
 
"Hukum jangan tajam ke bawah, semua yang melanggar harusnya dibabat habis. Keadilannya mana, banyak kok yang melanggar tapi kenapa tak ditindak?" protes Heri.
 
Dia mengungkapkan, Satpol PP hanya memberitahu secara lisan melalui telepon, tanpa surat teguran. Padahal, dia telah meminta Iwan saat dihubungi agar tak menurunkan dulu billboard yang diprotesnya sampai dirinya datang.
 
"Tapi, saat saya datang pembongkaran sudah dimulai, itu yang bikin saya emosi," katanya.