Yuk... Ekplorasi Wisata Purwakarta Naik ‘Kidang Pananjung’

Yuk... Ekplorasi Wisata Purwakarta Naik ‘Kidang Pananjung’
(Foto: Asep Mulyana)



INILAH, Purwakarta – Tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Purwakarta terus peningkatan dari tahun ke tahun. Ya, kondisi ini terjadi sejak pemkab setempat terus berupaya melakukan pengembangan di sejumlah lokasi pariwisata menjadi lebih indah.

Dengan kondisi tersebut, sudah barang tentu pemerintah daerah setempat harus menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang guna mendukung sektor pariwisata ini. Salah satunya, dengan menyiapkan armada khusus yang siap mengatar dan memandu para pelancong untuk mengeksplor seluruh lokasi wisata yang ada di wilayah tersebut.

Beruntung, Pemprov Jabar berbaik hati. Melalui dinas terkait, pemprov memberikan bantuan armada berupa bus pariwisata. Di Bandung, namanya Bandros. Untuk di Purwakarta, bus wisata ini diberi nama Kidang Pananjung. 

Kasi Promisi Wisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Acep Yulimulya menuturkan, saat ini para pelancong yang ingin mengeksplor sejumlah lokasi wisata di wilayahnya, terutama yang ada di sekitar wilayah perkotaan bisa menggunakan bus wisata tersebut.

“Secara fungsi dan bentuknya, Bus Kidang Pananjung ini sama dengan yang ada di Kota Bandung,” ujar Acep kepada INILAH, Kamis (31/10/2019).

Acep menjelaskan, bus wisata ini untuk trayeknya juga sudah ditetapkan. Selain itu, Bus Kidang Pananjung sendiri difasilitasi oleh guide yang siap memandu wisatwan selama perjalanan keliling kota Purwakarta.

“Ada guide khusus yang akan memberikan informasi ketika wisatawan yang naik bus ini,” jelas dia.

Adapun bus wisata ini, tambah dia, mulai beroperasi pagi hingga sore hari dengan titik keberangkatan dari Alun-alun Purwakarta. Untuk rute yang dilalui bus ini, yakni dari mulai dari Alun-alun-jalur Pasjum-Kemuning-Kebon Kolot hingga berakhir di Tajug Gede Cilodong.

“Dengan bus wisata ini, pengunjung akan diajak berkeliling ke sejumlah musem digital (Diorama), Taman Sribaduga, hingga berakhir di lokasi wisata religi, yakni Tajug Gede Cilodong, Kecamatan Bungursari. Dari sana, nanti balik lagi ke titik awal keberangkatan. Untuk tarifnya, sebesar Rp 20 ribu sekali jalan,” pungkasnya. (Asep Mulyana)