Ini Trik Purwakarta Promosikan Pariwisata Secara Masif

Ini Trik Purwakarta Promosikan Pariwisata Secara Masif
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.



INILAH, Purwakarta – Popularitas pariwisata di Kabupaten Purwakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut terjadi, sesaat setelah pemkab setempat terus berupaya melakukan pengembangan.

Adapun upaya pemerintah daerah melalui dinas terkait, yakni dengan terus mempromosikan pariwisata di wilayah lebih masif. Salah satunya, melalui berbagai event, baik skala nasional maupun lokal.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya memahami jika daerah yang dipimpinnya memiliki potensi pariwisata cukup besar. Atas dasar itu, di kepemimpinannya ini pengembangan sektor wisata menjadi salah satu fokus rencana kerjanya.

“Penataan pariwisata memang sudah menjadi agenda yang masuk dalam rencana kerja kami,” ujar Anne kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Selama ini, sambung Anne, dalam hal promosi wisata daerah ini pemerintah pun turut menggandeng para pegiat media sosial (Medsos) dan kaum milenial. Program berupa event yang melibatkan pegiat medsos itu, bertema ‘Leuleumpangan’ di Purwakarta atau Purwakarta Walking Tour.

“Dalam kegiatan tersebut, kami melibatkan puluhan peserta dari berbagai komunitas. Di antaranya, para vloger, videographer, influencer dan bloger,” jelas dia.

Dalam kegiatan ‘leuleumpangan’ ini, para peserta diajak berkeliling ke sejumlah destinasi yang ada. Sebut saja di antaranya, ke museum digital (Diorama), Galeri Wayang, hingga berakhir di lokasi wisata religi baru. Yakni Tajug Gede Cilodong, Kecamatan Bungursari.

“Nanti, mereka yang turut membantu mempromosikan di medsos apa saja destinasi wisata yang ada di Purwakarta, baik melalui video, foto ataupun tulisan,” jelas dia.

Anne menjelaskan, dari data yang ada di dinas terkait di wilayahnya terdapat 62 destinasi wisata. Untuk itu, sudah menjadi tugas pemerintah sendiri  bagaimana caranya mengembangkan seluruh potensi wisata yang ada ini.

Anne meyakini, upaya pengembangan pariwisata ini akan berbuah manis. Karena, secara otomatis akan berimplikasi pada peningkatan ekonomi warganya. Dia mennyontohkan seperti Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hal mana, pendapatan per kapita daerah ini meningkat signifikan setelah sektor wisatanya menjadi unggulan.

“Kami optimistis pengembangan pariwisata ini akan terus berkembang. Dengan begitu, ini akan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambah dia.

Anne menambahkan, dari tahun ke tahun kunjungan wisatawan ke wilayahnya terus meningkat. Hal inilah, menurut dia, salah satu yang harus dipertahankan. Caranya, dengan terus melakukan penataan dan terobosan.

Dalam konsep pengembangan sektor wisata yang akan digagasnya ini, ada tiga hal yang ditekankan. Yakni, dari sisi aksesibilitas akomodasi dan atraksi. Untuk aksesibilitas sendiri, dia menjelaskan, di antaranya, yakni dengan melakukan penataan dan penambahan fasilitas di sekitar lokasi wisata. Misalnya, membangun akses jalan yang lebih memadai.

Kemudian untuk akomodasi, lanjut dia, yakni dengan melakukan kerjasama, baik itu dengan pengelola hotel ataupun pengusaha travel. Sehingga, nantinya antara pengelola wisata, penyedia jasa travel dan penginapan bisa saling terhubung atau terintregasi.

Sedangkan, dari sisi atraksi juga tak kalah penting. Dalam hal ini, pemerintah harus melibatkan semua pihak. Salah satunya seniman. Jadi, dalam peningkatan pariwisata ini kesenian daerah harus juga ditonjolkan.

“Tiga hal ini harus bersinergi, sehingga pelayanan kepariwisataan bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (Asep Mulyana)