Pemkab Bandung Pastikan Jalak Harupat Siap Jadi Venue Piala Dunia

Pemkab Bandung Pastikan Jalak Harupat Siap Jadi Venue Piala Dunia
Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana. (Dani R Nugraha)



INILAH, Bandung- Pemerintah Kabupaten Bandung mengaku siap jika Stadion Si Jalak Harupat (SJH) di Kecamatan Kutawaringin ditunjuk sebagai salah satu venue penyelenggaraan piala dunia U 20 pada 2021 mendatang.

PSSI mengajukan 10 stadion kepada FIFA. Sementara, kebutuhan stadion untuk piala dunia hanya 6 stadion. 

"Jika ditunjuk kami sangat siap. Karena stadion Si Jalak Harupat ini sudah standar FIFA. Apalagi Pemkab Bandung sebelum adanya isu piala dunia saja sudah terus berbenah," kata Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana di Kompleks SJH, Kecamatan Kutawaringin,Jumat (25/10/2019). 

Slamet merasa optimistis jika SJH akan ditunjuk sebagai salah satu veneu tersebut. Sebab, menurut dia, selain sudah berstandr FIFA, SJH memiliki banyak keunggulan. Beberapa keunggulannya yaitu, lokasinya dengan dengan interchange tol Soroja, sarana dan prasarananya sudah standar internasional, hingga ramah disabilitas.

"Stadion SJH juga ramah disabilitas. Kami banyak memiliki keunggulan. Makanya kami optimistis bisa ditunjuk sebagai salah satu venue penyelenggara," ujarnya. 

Dalam waktu dekat, lanjut Slamet, SJH juga akan memiliki fasilitas lapangan penunjang latihan. Lapangan tersebut nantinya bisa digunakan untuk latihan negara peserta piala dunia. 

Lapangan tersebut, kata dia, juga berstandar internasional. Biaya pembangunannya bahkan menghabiskan anggaran Rp 15 miliar dengan ditunjang rumput jenis Limonta Sport dari Italia. Rumput tersebut saat ini juga digunakan untuk pelapis lapangan markas Real Madrid FC, Santiago Bernabeau. 

"Rumputnya juga standar FIFA. Harga rumputnya mencapai Rp 6 miliar. SJH juga memikili 26.200 kursi penonton. Akses ke tribun untuk tamu VVIP juga ada. Pokoknya semuanya sudah lengkap," katanya.

Slamet juga menyebutkan, jika SJH ini memiliki area parkir yang cukup luas. Karena luas komplek SJH mencapai 70 hektare dan akan berkembang hingga 150 hektare nantinya. 

Menurut dia, masuknya SJH dalam daftar 10 venue yang diajukan PSSI ke FIFA sendiri cukup mendapar antusias dari masyarakat Kabupaten Bandung. Jika nantinya SJH benar-benar ditunjuk sebagai salah satu veneu, maka dipastikan akan mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Bandung. 

"Dampak positifnya banyak, mulai dari memotivasi insan olahraga di Kabupaten Bandung, hingga mendongkrak perekonomian  masyarakat. Masyarakat bisa mengenalkan potensi produk unggulan. Seperti produk UMKM, pariwisata, kuliner, dan lainnya," katanya.(rd dani r nugraha).