Kajari Cirebon Sebut Banyak Penyimpangan Anggaran Dana Desa

Kajari Cirebon Sebut Banyak Penyimpangan Anggaran Dana Desa



INILAH, Cirebon - Anggaran Dana Desa, ditengarai termasuk anggaran yang paling banyak penyimpangannya. Meskipun setiap tahun pemerintah terus menambah bantuan dana desa, namun penyimpangan selalu ada.

Demikian dikatakan Kajari Cirebon, Tommy Kristanto kepada wartawan, jumat (25/10/2019). Menurutnya, kejaksaan akan terus melakukan pemantauan setiap aliran dana desa di Kabupaten Cirebon.

Tommy menjelaskan, tujuan pemerintah menggelontarkan dana desa memang sangat baik. Namun hal itu tidak sejalan dengan masih banyaknya pengguna dana desa yang tidak memahami tentang pedoman penggunaan dana desa.

Disinilah muncul penyimpangan penggunaan anggaran. Hal itulah yang menjadi momentum kejaksaan memberikan arahan dan sosialisasi kepada seluruh kepala desa.

"Mungkin dalam waktu dekat kita adakan sosialisasi kepada seluruh kepala desa. Saya kan masih baru disini, tapi saya sudah mendapat banyak masukan tentang pengelolaan dana desa di Kabupaten Cirebon," ungkapnya.

Tommy mengingatkan, Kejaksaan tidak pernah menjebak siapun terkait masalah hukum. Khusus yang berhungan dengan masalah korupsi, kejaksaan bertindak lebih kepada pencegahan hukum. Itu sesuai dengan arahan presiden. Namun kata Tommy, bukan berarti tidak ada penindakan. Ketika mereka sudah diberikan arahan namun masih membandel, Kejaksaan pasti akan melakukan penindakan.

"Ini berlaku untuk semua pihak, ya termasuk pada kepala desa yang menerima dana desa. Kami akan melakukan upaya pencegahan hukum supaya tidak tergelincir. Tapi kalau masih tidak digubris, ya kita tindaklah," jelas Tommy.

Tommy menambahkan, saat ini kejaksaan sudah mempunyai bidang unggulan bernama TP4D. Tim inilah menurutnya, bentukan baru yang kinerjanya bisa diandalkan, karena berfungsi mengawasi proyek-proyek strategis. Tommy berharap, kasus-kasus korupsi di Kabupaten Cirebon bisa diminimalisr sekecil mungkin. (maman suharman)