Bupati Cirebon Kaget, Ada Sekdis Dituding Terima Suap Lima Ratus Juta

Bupati Cirebon Kaget, Ada Sekdis Dituding Terima Suap Lima Ratus Juta
Bupati Cirebon Imron Rosyadi (tengah) menerima audensi Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Cirebon Raya, Kamis (24/10/2019). (Maman Suharman)



INILAH, Cirebon - Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengaku kaget mendengar tudingan anak buahnya menerima suap Rp500 juta. Orang yang diduga menerima suap, itu adalah seorang sekretaris dinas, DS.

Hal itu diungkapkan Imron usai menerima audensi Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Cirebon Raya, Kamis (24/10/2019).

Imron menjelaskan, dirinya belum mengetahui pasti kebenaran informasi tersebut. Untuk itu, dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh OPD yang terkait, terlebih dinas bersangkutan, untuk mengetahui akar persoalan sebenarnya. Menurutnya, dia tidak akan gegabah mengambil keputusam, apalagi GMBI sudah menyatakan, persoalan tersebut telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

"Saya belum tahu pasti akar persoalan sebenarnya. Saya harus meminta keterangan perizinan. Ini karena permasalahan ada di dinas itu," aku Imron.

Pernyataan yang sama di berikan Imron di hadapan GMBI. Saat audensi, Imron meminta semua data dari GMBI, terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan dinas tersebut. Menurut Imron semua harus dikaji ulang supaya bisa menentukan kebijakan yang akan diambil. Imron tidak ingin iklim investasi di Kabupaten Cirebon terganggu karena ada permainan investor dengan oknum ASN Pemkab Cirebon.

"Nanti akan saya kaji ulang. Coba saya minta data supaya saya bisa mengambil keputusan. Ini bukan persoalan kecil dan harus diselesaikan segera," terang Imron.

Sedangkan pihak GMBI tetap ngotot meminta dinas bersangkutan untuk menjelaskan, kenapa izin PT Bira Industri Rejeki Agung, dipakai oleh PT. Avi Avian Industri Pipa. Padahal dalam perizinan tercantum, tidak ada PT. Avi Avian. Hal lainnya juga muncul izin seluas 100 hektare, padahal data di BPN, hanya tercantum 50 hektare.

"Ada proses jual beli tanah desa pada pembebasan lahan PT. Bira. Kami punya kwitansi jual beli seluas dua hektare. Disini juga ada proses dugaan suap ke sekdis. Kami minta kejelasan. Kalau tidak kami akan melakukan gugatan," ancam Ketua GMBI, Maman Kurtubi.

Maman meminta dinas tersebut membatalkan perizinan PT. Avi Avian Industri Pipa, karena jelas izinnya menyalahi aturan. Izin yang dipakai, adalah mendompleng PT. Bira, karena izin tetangga jelas-jelas memakai izin PT. Bira, bukan PT. Avian. Maman mengaku heran, kenapa dinas dimaksud bisa menerbitkan izin tersebut, padahal sudah menyalahi aturan.

"Ya itu tadi, ada dugaan suap yang mengalir. Kita lihat saja, bagaimana sikap bupati menyikapi masalah ini," tukas Maman. (maman suharman)