Bruk! Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Cirebon Ambruk, Puluhan Siswa Terluka

Bruk! Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Cirebon Ambruk, Puluhan Siswa Terluka
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Dua ruang kelas SMPN 2 Plumbon Kabupaten Cirebon mendadak ambruk, Selasa (1/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. 

Ambruknya dua ruang kelas masing-masing kelas 7I dan 7J, sama sekali tidak disadari siswa dan guru yang saat itu sedang dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). 

Tak ayal, puluhan siswa dari dua kelas tersebut sebagian tertimpa reruntuhan dan sebagian berusaha menyelamatkan diri masing-masing.

"Situasi mencekam. Saya mendengar suara reruntuhan dari atas plafon, lalu menimpa kawan-kawan saya. Untung saya bisa lari dan berhasil keluar kelas," kata siswa yang selamat.

Siswa lainnya menuturkan, saat itu dia berada pada deretan bangku depan. Tiba-tiba melihat tembok di sebelah kanan runtuh dibarengi suara keras. Refleks, dia berlari keluar ruangan. Namun, dia melihat ada rekannya sudah tertimpa reruntuhan plafon serta kayu yang ikut ambruk.

"Stres dan bingung saat kejadian. Mau nolong juga bagaimana, karena banyak temen saya yang luka. Mereka berdarah-darah," aku siswa ini.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di TKP, sudah sejak lama memang bangunan di SMPN 2 Plumbon sebagian sudah tidak layak. Namun pihak sekolah sepertinya kurang respons dan terlambat melaporkan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan. Tercatat, dua bangunan yang runtuh itu, kabarnya dibangun 1994 dan sampai sekarang belum direnovasi.

"Iya dua kelas yang runtuh itu bangunan lama, sejak tahun 1994. Kami masih mengecek kondisi bangunan, silahkan hubungi Kabid SMP saja supaya persoalannya jelas," aku Yadi, Kasi Sarpras SMP Disdik Kabupaten Cirebon.

Sayangnya, beberapa kali dihubungi lewat sambungan telepon selulernya, Kabid SMP Mashuri dan Kepala SMPN 2 Plumbon Ma'rifah tidak aktif. 

Dari data yang berhasil dihimpun, ada satu guru bernama Iin Indriyani yang dilarikan ke RS Mitra Plumbon. Selain itu, terdapat korban sebanyak 14 siswa. Mereka menderita luka yang cukup serius. Sementara, enam siswa lainnya dilarikan ke Puskesmas Plumbon karena menderita luka ringan. (Maman Suharman)