Keren, Sudah Tak Ada Lagi Jalan Berlapis Tanah di Purwakarta

Keren, Sudah Tak Ada Lagi Jalan Berlapis Tanah di Purwakarta
Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Purwakarta Budi Supriyadi. (Net)



INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta terus berbenah diri. Sejak 10 tahun terakhir, pembangunan fasilitas umum dan infrastruktur terus dilakukan tiada henti. Saat ini, persoalan infrastruktur khususnya jalan nyaris rampung 100 persen.

Bahkan hingga ke pelosok desa pun, Pemkab telah melakukan pembenahan jalan bagi masyarakat. Pemkab menjamin jalan yang berstatus kabupaten hampir seluruhnya telah berlapis aspal hitam. Selain itu, kondisi jalan pun dibuat lebih lebar dari sebelumnya.

“Selama ini, infrastruktur mungkin merupakan hal penting yang lebih kami prioritaskan dalam pembangunan wilayah,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Purwakarta Budi Supriyadi kepada INILAH di kantornya, Jumat (27/9/2019).

Budi menjelaskan, dari catatan yang ada di dinasnya, persentase pembangunan jalan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebelumnya, tahun 2008, Purwakarta memiliki persentase ruas jalan mantap sebesar 62,2 persen atau sepanjang 447 Kilometer dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer.

“Persentase kemantapan jalan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir 2018 kemarin, jalan mantap di wilayah kami mencapai 84,10 persen,” jelas dia.

Pihaknya merinci, dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer ini, masing-masing 556,079 kilometer merupakan kategori jalan berlapis aspal. Kemudian, jalan kategori beton mencapai 134,710 kilometer. Lalu, 28,135 kilometer dalam kondisi masih kerikil.

“Jadi, sudah tak ada jalan tanah di wilayah kami. Adapun untuk yang kerikil, itu masih dalam proses finishing,” tambah dia.

Dia menambahkan, salah satu faktor yang menjadikan pesatnya pembangunan infrastruktur ini karena adanya keterlibatan unsur TNI. Di wilayahnya, sejak 2015 lalu peran TNI khususnya dari Angkatan Darat cukup besar dalam pembangunan infrastruktur ini.

Ada tiga kegiatan yang pengerjaannya dilakukan institusi keamanan negara itu. Yakni, melalui program Karya Bakti TNI, BSMSS dan TMMD. Dari catatannya, untuk pembangunan jalan melalui Karya Bakti, itu mencapai 22 kilometer, lalu melalui BSMSS sepanjang 7 kilometer, serta 10,85 melalui program TMMD.

“Yang paling terasa sekali, yakni saat pembangunan dan pembukaan jalur lingkar barat yang menghubungkan dengan beberapa kabupaten tetangga. Itu di 2015 sampai 2017, yakni melalui Karya Bakti skala besar. Total panjang jalan yang pembangunannya dibantu unsur TNI ada sekitar 22 kilometer,” jelas dia.

Adapun Jalur alternatif Lingkar Barat ini, terbentang dari mulai Kecamatan Babakan Cikao-Jatiluhur-Sukasari dan Maniis. Jalur ini terhubung dengan beberapa kabupaten tetangga, di antaranya Kabupaten Karawang, Cianjur, Bogor, dan Bekasi. (Asep Mulyana)