Ini Usulan Bupati Anne untuk Penamaan Interchange Baru Japek II Selatan

Ini Usulan Bupati Anne untuk Penamaan Interchange Baru Japek II Selatan
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.



INILAH, Purwakarta – PT Jasa Marga (Persero), kabarnya telah memulai membangun jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan. Kendati, pembebasan lahan untuk infrastruktur baru ini belum rampung 100 persen. Saat ini, progresnya baru lima persen.

Adapun pembangunannya sendiri, di mulai dari wilayah selatan (Purwakarta). Mengingat, lahan yang berada di wilayah Jatiasih Bekasi, sampai saat ini pembebasannya belum sepenuhnya selesai 100 persen.

Dibukanya interchange baru di wilayah itu, jelas menjadi angina segar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. Pasalnya, denga dibukannya akses baru ini dipastikan bakal berdampak atau sedikit membuka ruang perekonomian masyarakat di wilayah itu.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, di wilayahnya saat ini aka nada dua lokasi pembangunan simpang susun akses tol baru. Pertama, jalur Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yang menghubungkan Sadang-Jatiasih, serta di ruas Tol Cipali KM 70.

“Dengan dibukannya akses tol baru ini, jelas akan memberikan dampak positif, terutama untuk investasi dan perekonomian,” ujar Anne kepada INILAH, Kamis (26/9/2019).

Namun, kata Anne, dalam hal ini pihaknya akan mengusulkan untuk penamaan akses tol baru tersebut. Khususnya untuk akses Japek II Selatan. Menurutnya, untuk namanya lebih umum Jatiasih-Purwakarta dari pada Jatiasih-Sadang.

“Kita ingin namanya diganti. Kalau Sadang, itu kan hanya menunjukan daerah kecil di wilayah kami. Tapi kalau Purwakarta, itu lebih luas dan mudah diingat. Makanya, nanti kita akan usulkan supaya namanya diganti,” jelas dia.

Anne menjelaskan, selain dua akses tol baru tersebut pihaknya juga telah mengusulkan dua interchange lainnya. Yakni, di wilayah Sukatani yang terhubung dengan KM 90+400 Tol Cipularang, serta interchange Cicadas, Kecamatan Babakan Cikao, yang nantinya terkoneksi dengan Tol Jakarta-Cikampek.

“Dua akses tol yang kami usulkan itu, berada di zona industry. Jadi, dipastikan akan berdampak pada peningkatan ekonomi,” jelas dia.

Menurut Anne, memang sudah seharunya setiap zona industri itu terdapat gerbang masuk/keluar tol. Sehingga, distribusi hasil industry tak lagi menggunakan jalur arteri yang bisa sedikit mengganggu mobilitas masyarakat sekitar. (Asep Mulyana)