Lebih Dari 14 Ribu KK di Purwakarta Kekurangan Air Bersih

Lebih Dari 14 Ribu KK di Purwakarta Kekurangan Air Bersih
net



INILAH, Purwakarta – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta melansir, saat ini sedikitnya 14.282 kepala keluarga (KK) di 15 desa terdampak kekurangan air bersih. Warga yang tersebar di 11 kecamatan itu mulai kelimpungan mencari sumber-sumber air bersih yang tersisa untuk keperluan sehari-hari.

Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono menuturkan, kekurangan air bersih memang menjadi salah satu persoalan yang kerap menghantui sebagian besar masyarakat. Pihaknya memprediksi, seiring semakin panjangnya musim kemarau ini jumlah wilayah yang kekeringan juga akan semakin bertambah.

“Kekurangan air bersih, saat ini sudah melanda 15 desa yang tersebar di 11 kecamatan yang ada,” ujar Wahyu kepada wartawan, Senin (23/9/2019).

Wahyu menjelaskan, sebagian desa di 11 kecamatan yang ada rawan krisis air bersih dan kekeringan. Adapun kecamatan yang dimaksud yakni Kecamatan Sukatani, Tegalwaru, Maniis, Plered, Darangdan, Jatiluhur, Babakan Cikao, Pasawahan, Pondoksalam, Bojong, dan Kiarapedes.

Saat ini, dia mengaku pihaknya mendistribusikan air secara kontinyu ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan itu. Adapun air yang telah didistribusikan ke wilayah-wilayah krisis air tersebut sampai saat ini mencapai 433.400 liter.

“Ada 15 desa yang sudah kita suplai air bersih. Bisa saja di lapangan, wilayah yang terdampak kekeringan lebih dari 15 desa. Namun, tidak melaporkan atau meminta bantuan air bersih dari kita,” tambah dia.

Terkait dengan armada water supply tank, Wibi menyebutkan hingga kini instansinya tidak memiliki armada tanki air. Idealnya, ada dua kendaraan tanki air dengan kapasitas 4.500 liter yang harus dimiliki. 

“Saat ini, kita masih kerja sama dengan pihak PDAM. Karena, kita belum punya mobil tanki air sendiri. Tanki PDAM, unitnya juga terbatas. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat belum maksimal,” pungkasnya. (Asep Mulyana)