ASN Purwakarta yang Pakai Elpiji 3 Kg Bakal Disanksi

ASN Purwakarta yang Pakai Elpiji 3 Kg Bakal Disanksi
Foto: Asep Mulyana



INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta bersikap tegas. Pemegang kekuasaan di daerah itu mengeluarkan sebuah edaran berkaitan dengan penggunaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg. Edaran tersebut wajib dijalankan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan pemerintahan.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, pagi tadi pihaknya memimpin langsung deklarasi bersama seluruh ASN yang ada untuk tidak lagi menggunakan gas melon bersubsidi. Ke depan, seluruh ASN dilarang menggunakan gas elpiji ukuran 3 kg.

“Mulai hari ini, para ASN harus beralih menggunakan gas non-subsidi,” ujar Anne kepada INILAH, Senin (15/7/2019).

Anne menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku gas bersubsidi hanya diperuntukan bagi mereka yang berpenghasilan dibawah Rp1,5 juta. Dengan kata lain, untuk ASN yang gajinya lebih dari Rp1,5 juta itu tidak diperkenankan menggunakan gas bersubsidi 3 kg.

“Kami sudah sampaikan kebijakan ini melalui edaran. Jadi, mulai sekarang seluruh ASN di Purwakarta harus beralih ke gas non-subsidi,” kata dia.

Anne menegaskan, pihaknya telah menyiapkan sanksi jika para ASN ini ketahuan masih menggunakan gas elpiji bersubdisi. Untuk sanksinya tak main-main yakni berupa pemotongan tunjangan daerah mereka.

“Kami tidak akan main-main. Silakan masyarakat laporkan jika ada ASN di kita yang kedapatan masih menggunakan gas bersubsidi. Kami akan tindak tegas,” tegas dia.

Dalam hal ini, Anne juga meminta kepada seluruh pihak supaya lebih proaktif untuk melakukan pengawasan gas elpiji bersubsidi tersebut. Tujuannya, tak lain supaya barang subsidi ini secara peruntukan tepat sasaran.

“Pengawasan ini, juga termasuk untuk seluruh agen dan pangkalan. Jadi, kalau nanti ada pangkalan menjual kepada yang bukan peruntukannya, saya minta izin usahanya dicabut,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengaku pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan orang nomor satu di Purwakarta itu.

Dia pun memastikan, kebijakan yang digulirkan pemkab ini akan berjalan efektif. Apalagi, dirinya menyaksikan sendiri para ASN ini telah mencanangkan komitmen untuk memakai elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kg. 

“Dengan pencanangan komitmen tersebut hari ini, pemakaian elpiji Bright Gas yang merupakan bahan bakar non subsidi itu diperkirakan naik menjadi 20% dari total konsumsi di Kabupaten Purwakarta,” ujarnya singkat. (Asep Mulyana)