Begini Langkah Pemkab Purwakarta Tanggulangi Krisis Air

Begini Langkah Pemkab Purwakarta Tanggulangi Krisis Air
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (Asep Mulyana)



INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, telah ‎menyiagakan puluhan armada pengangkut air bersih untuk disebar ke sejumlah wilayah yang rawan krisis air bersih. Mengingat, sejumlah desa di beberapa kecamatan di kabupaten itu rawan krisis air bersih saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengakui, jika sejumlah kecamatan yang ada di wilayah kerjanya acap kali kekurangan air bersih saat musim kemarau. Sebut saja misalnya, wilayah yang masuk Kecamatan Tegalwaru dan beberapa desa di Kecamatan Jatiluhur. Untuk itu, sebagai antisipasi pihaknya telah menyiapkan berbagai solusi.

Adapun upaya yang akan dilakukan jajarannya, antara lain bekerja sama dengan pihak penyedia jasa air bersih. Dalah hal ini, pemerintah akan membeli air tersebut untuk didistribusikan ke daerah-daerah yang rawan kekurangan air. Dalam hal ini, pemerintah pun telah menyiapkan anggaran Rp 350 juta untuk penanganan krisis air bersih tersebut.

“Kita sudah menyiapkan bantuan jangka pendek ya. Jadi, kalau ada wilayah yang mengalami kekurangan air, kita segera kirim air bersih kesana,” ujar Anne kepada INILAH, Senin (8/7/2019).

Anne berharap, ‎solusi jangka pendek berupa bantuan air bersih ini air bisa sedikit membantu meringankan kesulitan warga. Terutama, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Seperti, untuk memasak, minum, dan mencuci.

“Jadi, warga tak perlu khawatir kekurangan air bersih saat kemarau ini. Kami siap membantu,” jelas dia.

Anne mengakui dalam penanggulangan kekeringan ini perlu solusi jangka panjang. Sejauh ini, jajarannya telah merumuskan formulanya. Salah satu rencananya, yakni dengan membeli sumber mata air milik warga untuk keperluan bantuan kekeringan.

“Memang, seharusnya sumber mata air itu dikuasai pemerintah. Supaya, ketika terjadi kekeringan atau kekurangan air, pemerintah bisa memanfaatkan sumber air itu untuk bantuannya. Ini sedang kita rumusakan,” kata dia.

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta melansir, di wilayah ini ada sedikitnya 70 desa di 10 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada merupakan daerah rawan kekeringan. Terutama, yang menyangkut kebutuhan air bersih.

Data tersebut, merupakan hasil pemetaan yang dilakukan dinas terkait sejak beberapa tahun terakhir. Mengingat, saat itu terjadi krisis air yang bisa dikatakan paling parah. Makanya, di musim kemarau ini desa-desa tersebut yang paling di waspadai.

“Kalau berkaca pada krisisi air tahun-tahun sebelumnya, itu ada puluhan desa di 10 dari 17 kecamatan yang rawan kekurangan air bersih,” ujar Kepala DPKPB Purwakarta, Wahyu Wibisono.

Adapun 10 kecamatan yang rawan krisis air bersih ini, lanjut Wahyu, di antaranya, Campaka, Cibatu, Bungursari, Tegalwaru, Maniis, Plered, dan sebagian wilayah di Kecamatan Purwakarta kota. (Asep Mulyana)