Setelah Cirebon, Golkar Daerah Mana Lagi?

Setelah Cirebon, Golkar Daerah Mana Lagi?
DPD Partai Golkar Jabar telah resmi memecat Toto Sunanto dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon. (Net)



 INILAH, Bandung – DPD Partai Golkar Jabar telah resmi memecat Toto Sunanto dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon. Selain desakan dari seluruh Pengurus Kecamatan (PK) se-Kota Cirebon, Toto diduga kuat ‘menilep’ dana parpol.

 Tetapi Toto Sunanto melawan. Dia mencium pemecatannya lebih kuat akibat dukungan politiknya kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar nanti. Terlebih pemecatan tersebut awalnya berdasarkan periodisasi.

 Menurut Toto, periode kepemimpinannya masih tersisa setahun lagi. Namun DPD Jabar tiba-tiba melakukan pemecatan tanpa melakukan mediasi soal usulan PK. Lebih aneh lagi, periodisasi yang dibutuhkan Kabupaten Bekasi setelah kasus yang menerpa Neneng Hasanah Yasin tidak juga dilakukan, bahkan terkesan ditunda-tunda.

"Periodisasi saya seharusnya habis tahun 2020, tapi ini Musda dipercepat. Kita minta Munas dipercepat kan nggak mau, tapi Musda malah dipercepat. Ini merupakan rekayasa yang dibuat DPD Golkar Jawa Barat," kata Toto kepada wartawan, Sabtu (6/7/2019).

Toto memang melakukan manuver mendukung Bamsoet ketika mengunjungi Ketua DPR RI itu di Kompleks  DPR RI Jakarta, Senin (27/6/2019). Dalam kunjungannya itu, Toto diduga didampingi sejumlah Ketua DPD tingkat II, beberapa di antaranya dari Jawa Barat. Beberapa nama Ketua DPD Partai Golkar tersebut kabarnya sudah dikantongi pengurus DPD Partai Golkar Jabar. Siapa saja?

Soal ini, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar Iswara mengatakan, ada beberapa daerah yang melaporkan kinerja pengurusnya. Hal tersebut merupakan dinamika biasa dalam mengurus organisasi, khususnya partai politik.

"Kita menerima laporan dari beberapa daerah secara tertulis. Itu biasa dalam sebuah pengelolaan parpol. Biasa saja dinamika," jelas Iswara yanf enggan merinci daerah-daerah yang melaporkan pengurusnya itu.

Iswara mengatakan, Kota Cirebon menjadi perhatian karena laporan diterima sejak 18 Juni lalu. Kemudian pada 29 Juni, DPD Partai Golkar Jabar menggelar rapat membahas laporan itu.

"Makanya pada 1 Juli keluar pemecatan. Dan kita tunjuk Plt sesuai aturan organisasi berasal dari DPD Jabar. Bahkan sudah ada agenda Musdalub pasa 13 Juli nanti," ungkapnya.

Sementara terkait Kabupaten Bekasi yang didalihkan Toro, Iswara memastikan memberlakukan hal yang sama. DPD telah menunjuk Plt dab diminta segera menggelar Musdalub.

Berdasarkan informasi dari sumber yang enggan dikutip namanya, beberapa DPD Partai Golkar tingkat kota kabupaten terancam dipecat karena kedapatan mendukung Bamsoet. Yang paling dosorot adalah Kuningan dan Ciamis yang hadir bersama Toto Sunanto menemui Bamsoet di DPR RI pada 27 Juni lalu. (*)