Musim Kering, Purwakarta Awasi Kenaikan Komoditas Sayuran

Musim Kering, Purwakarta Awasi Kenaikan Komoditas Sayuran
net



INILAH, Purwakarta - Harga komoditas cabai, di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta mulai diawasi Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian setempat. Pasalnya, di musim kemarau seperti sekarang ini seluruh jenis cabai kerap mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. 

Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta, Karliati Djuanda membenarkan jika saat ini dinasnya mewaspadai kenaikan harga sayuran, termasuk komoditas cabai. Menurutnya, sejumlah komoditas sayuran berpotensi mengalami kenaikan yang cukup signifikan saat musim kering ini.

“Yang paling kami waspadai itu kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, tomat dan sayuran lainnya,” ujar Karliati, akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, sebenarnya untuk cabai merah dan cabai rawit, saat ini untuk harganya sudah tak wajar. Untuk Cabai merah, sambung dia, saat ini mencapai Rp56 ribu/kg. Sedangkan, cabe rawit sudah menembus Rp60 ribu/kg.

“Kalau suplai masih normal ya. Cuma harganya saja yang perlu kita awasi,” jelas dia.

Karena itu, lanjut Karliati, setiap hari pihaknya terus memantau harga-harga sayuran dan sembako yang ada di sejumlah pasar tradisional. Seperti, di Pasar Leuwi Panjang, Pasar Jumaah, serta Pasar Wanayasa.

Hingga akhir pekan kemarin, harga sejumlah diakuinya sayuran relatif stabil. Tapi, ada yang mengalami kenaikan. Seperti bawang putih, dari Rp32 ribu menjadi Rp36 ribu/kg. Sedangkan, bawang merah justru mengalami penurunan. Dari Rp32 ribu menjadi Rp26 ribu/kg.

“Harga yang masih cukup tinggi itu, terjadi pada komoditas cabai merah dan rawit. Sejak beberapa pekan terakhir, harganya masih di atas Rp50 ribu/kg. Jadi, masih cukup tinggi,” kata dia. (Asep Mulyana)