Masih Ada 46 Kasus Anak Gizi Buruk di Purwakarta

Masih Ada 46 Kasus Anak Gizi Buruk di Purwakarta
Kasus Gizi buruk di Kabupaten Purwakarta masih terbilang cukup tinggi. Memang, gizi buruk yang lebih banyak diderita anak-anak ini bukan karena kekurangan asupan gizi. Melainkan, faktor penyakit bawaan lahir.



INILAH, Purwakarta – Kasus Gizi buruk di Kabupaten Purwakarta  cukup tinggi. Memang, gizi buruk yang lebih banyak diderita anak-anak ini bukan karena kekurangan asupan gizi. Melainkan, faktor penyakit bawaan lahir.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan menuturkan, kasus gizi buruk memang menjadi salah satu yang jadi perhatian jajarannya. Apalagi, dari catatannya, sampai saat ini warga yang mengalami gizi buruk masih menyisakan 46 kasus.

“Memang, kalau dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah penderita ini mengalami penurunan. Tapi, ini masih menjadi perhatian kami,” ujar Deni kepada INILAH, beberapa waktu lalu.

Deni menjelaskan, di 2015 lalu misalnya, ada 85 anak dengan kategori gizi buruk. Tahun berganti tahun, jumlahnya pun terus mengalami penurunan. Mungkin, kata dia, kondisi itu disebabkan penanganan kasus gizi buruk sejauh ini sudah sangat baik.

“Apalagi kan sekarang di setiap puskesmas sudah tersedia bank gizi. Selain itu, pasien dengan gizi buruk ini terus dipantau perkembangannya,” jelas dia.

Deni menjelaskan, tahun ini masih ada 46 kasus gizi buruk, namun mayoritas akibat penyakit bawaan. Dengan kata lain, anak-anak yang mengalami gizi buruk itu, mayoritas menderita penyakit bawaan kronis lainnya. Seperti, paru-paru, ataupun jantung.

Meski demikian, sambung Deni, pihaknya terus mengawasi anak-anak dengan penderita gizi buruk ini. Apalagi, saat ini baik bidan maupun petugas puskesmas, selalu pro aktif untuk mendatangi rumah warga. Terutama, yang tercatat memiliki riwayat penyakit. Seperti gizi buruk. (Asep Mulyana)