Di Purwakarta, Program Kartu Tani Mubazir

Di Purwakarta, Program Kartu Tani Mubazir
net



INILAH, Purwakarta - Sebagian besar petani yang ada di Kabupaten Purwakarta belum bisa menikmati manfaat program kartu tani yang digulirkan pemerintah pusat. Pasalnya, sampai saat ini kartu taninya tak bisa digunakan.

Ketua Kelompok tani nelayan andalan (KTNA) Kabupaten Purwakarta Ujang Alim Adi Saputra membenarkan terkait hal tersebut. Dari catatannya, mayoritas petani di wilayah ini tak bisa menggunakan kartu tani. Penyebabnya, karena tidak semua kios pupuk resmi memiliki alat gesek untuk mengoperasikan kartu.

"Selama ini, hanya petani di 3 dari 17 kecamatan saja yang bisa menggunakan kartu tersebut. Selebihnya tak bisa," ujar Ujang kepada INILAH, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, sejauh ini sudah ada lebih dari 19 ribu petani yang tergabung kedalam berbagai kelompok tani yang telah memiliki kartu tani. Namun, mayoritas petani sampai saat ini tidak bisa memanfaatkan kartu tersebut.

"Mau digesek kemana kartunya, karena tidak setiap kios pupuk resmi punya alat untuk gesek tersebut," seloroh dia.

Adapun para petani yang sudah bisa memanfaatkan kartu itu, yakni baru mereka yang ada di wilayah Pasawahan, Pondoksalam dan Wanasaya. Selebihnya, kartu tersebut belum terasa manfaatnya oleh petani.

Padahal, lanjut Ujang, kartu ini didistribusikan ke petani sejak akhir 2018 lalu. Tetapi, berbulan-bulan kartu itu, hanya menjadi penunggu dompetnya petani. Sebab, petani juga kebingungan untuk memanfaatkan kartu itu, jika alat dikiosnya tak tersedia.

"Kalau dari informasinya, setiap petani mendapat subsidi untuk pembelian pupuk sebesar Rp 500 ribu per musimnya. Itupun, bagi petani yang memiliki areal sawah tidak kurang dari 1,9 hektare," jelas dia.

Denga kata lain, untuk mereka yang punya sawah lebih dari dua hektare, itu tidak mendapatkan kartu tersebut. Makanya, program kartu tani ini mendapat kecemburuan dari sesama petani. Petani menilai, distribusinya tidak serempak, serta tidak berkeadilan. (Asep Mulyana)