Dengan Jambore Ormas, Bentuk 100 Kader yang Visioner

Dengan Jambore Ormas, Bentuk 100 Kader yang Visioner
Jambore Ormas di Kabupaten Bandung. (Humas Pemda)



INILAH, Soreang - Sedikitnya seratus orang perwakilan dari 30 organisasi kemasyarakatan Kabupaten Bandung menjadi peserta dalam acara jambore peningkatan kemitraan dan pemberdayaan ormas.

Acara yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung itu berlangsung di Hotel Kampoeng Stroberi, Kecamatan Rancabali, Senin (24/6/2019).

“Jambore ini bisa dijadikan ruang partisipatif dan wahana untuk membentuk kader pemimpin yang visioner. Ormas sebagai mitra pemerintah, diharapkan bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan berkontribusi secara profesional, bertanggung jawab, dan konsisten,” ungkap Asisten Pemerintahan Ruli Hadiana.

Dia berharap hadirnya ormas bisa menjadi kontrol dan katalisator partisipasi masyarakat, sehingga terbangun sinergi bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Apresiasi kepada Badan Kesbangpol menggelar jambore ini, karena bisa menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan ormas. Apalagi bulan Oktober nanti, akan digelar pemilihan kepala desa serentak di 195 desa dari 270 desa dan 10 kelurahan yang ada di Kabupaten Bandung.

“Saya harap kita bisa saling bekerja sama menjaga kondusivitas, agar pilkades berlangsung aman, damai, lancar, dan sukses,” pesannya.

Selain itu lanjutnya, pada jambore itu juga diberikan pembekalan mengenai pemberdayaan ormas. Menurut Ruli, idealnya pemberdayaan ormas oleh pemerintah memiliki tujuan meningkatkan kemandirian organisasi. 

Sementara, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung Iman Irianto mengatakan, dasar kegiatan Jambore Ormas ini mengacu pada UU No 17/2013 mengenai Organisasi Kemasyarakatan, Peraturan Pemerintah No 58/2015, dan Peraturan Menteri dalam Negeri No 56/2017 tentang Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Iman menambahkan, potensi disintegrasi bangsa juga bisa dicegah apabila setiap orang dapat saling menghargai dan menghormati hak orang lain, dalam melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara Indonesia, termasuk dalam berorganisasi sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan.

“Jambore ini dimaksudkan sebagai sarana antara pemerintah dan ormas dalam berinteraksi serta berkomunikasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM ormas dalam rangka meningkatkan kemitraan ormas dengan pemerintah dalam kerangka pembangunan daerah,” ujar Iman didampingi Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Pembinaan Ormas, Dadang Hermawan.

Jambore yang berlangsung sejak tanggal 24 sampai 26 Juni 2019 ini, menghadirkan beberapa narasumber seperti Polres Bandung, Danyon Zipur 3/Yudha Wyoghra, akademisi, Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, Praktisi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, Praktisi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, aktivis lingkungan hidup, serta Jajaran yon zipur 3/Yudha Wyoghra selaku instruktur.

Pada kesempatan itu, Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan memberikan pengarahan, agar ormas Kabupaten Bandung bisa menjalankan peran dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dia berpesan, agar ormas bersinergis dalam menjaga keutuhan daerah Kabupaten Bandung. “Tetap bersatu, jauhkanlah dari informasi yang dapat merugikan masyarakat yang sifatnya hoaks, jagalah kesatuan demi untuk mewujudkan kemajuan kita bersama,” pungkasnya. (Agus Satia)