Mobil Desa di Purwakarta Didominasi Produk China

Mobil Desa di Purwakarta Didominasi Produk China
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat launching Ambulan Desa, di Kecamatan Sukasari, Rabu (26/6/2019). (Asep Mulyana)



INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, mulai hari ini telah menyiagakan ambulans di seluruh desa yang ada. Tujuan pengadaan ambulan untuk seluruh desa ini, supaya lebih memudahkan jika ada warga yang sakit. 
 
Karena, dengan disiagakannya kendaraan tersebut di setiap desa, diharapkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Terutama, mereka yang tinggal di peloksok perkampungan.
 
Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Purwakarta, Anwar Sadat menuturkan, tahun ini ada bantuan armada ambulan baru untuk pemerintahan desa. Jumlahnya, mencapai 180 unit.
 
"Kendaraan ini sudah disebar ke masing-masing desa," ujar Anwar kepada INILAH, Rabu (26/6/2019). 
 
Dia menjelaskan, anggaran yang digunakan untuk pembelian ambulan desa yang diberi nama 'Kidang Kawelas Jos' itu, yakni bersumber dari dana bagi hasil (DBH) desa.
 
"Dari DBH ini, jumlah yang diterima masing-masing desa itu variatif. Tergantung dari besaran pendapatan di desa itu sendiri. Dari DBH ini, pemkab menyarakan untuk dibelikan ambulan," jelas dia.
 
Terkait adanya kabar jika pembelian ambulan ini adalah inisitif dan dikordinir oleh Apdesi, pihaknya membantah keras. Menurutnya, pembelian ambulan ini murni inisiatif desa.
 
"Untuk pembelian mobil, baik dari jenis dan merknya itu hak preogratif masing-masing desa. Artinya, untuk jenis mobilnya tergantung selera masing-masing desa. Memang, mobil buatan China lebih mendominasi," jelas dia.
 
Dia menjelaskan, dari 180 unit ambulan desa yang baru ini terdiri dari 115 unit ambulan jenis Wuling, 60 unit jenis APV, dan lima unit lagi juga jenis APV yang memang sebelumnya sudah ada.
 
"Kalau anggapannya dikelola kolektif dan kami mengarahkan ke satu jenis merk, mungkin kami akan meminta yang lebih dari itu," seloroh dia.
 
Dia berpendapat, mungkin alasan desa memilih membeli mobil dari produk Wuling, karena anggarannya terbatas. Karena, rata-rata anggaran yang diterima desa dari DBH ini kurang dari Rp 200 juta.
 
"Jadi kami tegaskan, terkait jenis mobil itu kewenangannya ada di desa masing-masing," pungkasnya. (Asep Mulyana)