Musim Kemarau, Diskar-PB Purwakarta Antisipasi Wilayah Rawan Kebakaran

Musim Kemarau, Diskar-PB Purwakarta Antisipasi Wilayah Rawan Kebakaran



INILAH, Purwakarta - Dinas Pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana (Diskar-PB) Kabupaten Purwakarta, mewaspadai sejumlah kecamatan yang rawan terjadi kebakaran.

Pasalnya, persoalan tersebut menjadi salah satu yang acapkali terjadi di saat musim kemarau seperti sekarang ini.

 

Kepala Diskar-PB Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono menuturkan, saat kemarau seperti sekarang ini selain rawan krisis air bersih ada sejumlah daerah di wilayahnya yang rawan kebakaran.

 

"Ini juga (kebakaran) yang kami antisipasi saat ini. Apalagi sekarang sudah masuk musim kemarau," ujar Wahyu, Jumat (21/6/2019).

 

Dia menjelaskan, selam dua tahun terakhir kasus kebakaran yang terjadi di wilayahnya terbilang tinggi. Pada 2017 misalnya, jumlah kasus kebakaran ini mencapai 184 kejadian. Sementara, di 2018 kemarin jumlah kasusnya meningkat, jadi 300 kejadian.

 

"Di 2018 itu ada peningkat kasus. Bahkan, hingga menelan lima korban jiwa," jelas dia.

 

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kebakaran ini. Disamping karena faktor alam, juga akibat kelalaian manusia dan korsleting listrik.

 

"Untuk 2019 ini, terhitung sejak Januari hingga Juni ini tercatat sudah ada 47 kasus. Kalau dilihat memang menurun dari tahun sebelumnya. Meski begitu, tetap kami antisipasi," kata dia.

 

Dia mengungkapkan, ada beberapa wilayah yang paling diantisipasi oleh jajarannya. Semisal, Kecamatan Purwakart kota, Jatiluhur, Babakan Cikao dan Bungursari. Hal itu, menilik dari intensitas kejadian yang memang selama kerap terjadi di wilayah-wilayah tersebut

 

"Selain rumah, kebakaran ini kerap melanda wilayah hutan," tambah dia.

 

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di perumahaan untuk berhati-hati pada saat meninggalkan rumah, jika telah menggunakan kompor untuk segera dimatikan. 

 

Kemudian, lebih berhati-hati pada saat membakar sampah. Apalagi, saat ini masih musim kemarau. Sehingga, hembusan angin pun cukup kencang. Jika tak berhati-hati, percikan api akan dengan mudahnya membakar apa saja di sekitarnya saat musim kering ini.

 

"Apabila terjadi kebakaran atau bencana lainnya segera mungkin hubungi kami agar segera tertangani," pungkasnya. (Asep Mulyana)