Sambut Turis Timur Tengah, Purwakarta Kembangkan Wisata Halal

Sambut Turis Timur Tengah, Purwakarta Kembangkan Wisata Halal



INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta melalui dinas terkait telah merancang sebuah terobosan di sektor pariwisata. Kebijakan ini, sekaligus menjadi bentuk kesiapan pemkab untuk menjalankan program wisata halal yang digagas pemerintah. 
 
Rencananya, dalam waktu dekat ini pemkab setempat bakal menggulirkan kebijakan wisata halal. Dalam hal ini, pengelola wisata, hotel dan penginapan lainnya dituntut untuk menyediakan fasilitas ibadah yang representatif bagi pengunjung, berikut sarana penunjang lainnya. 
 
Kabid Pariwisata dan Kebudayaan, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar menuturkan, selama ini Purwakarta menjadi salah satu tujuan wisata di Jabar. Bahkan, para pengunjungnya ini tak hanya dari warga domestik, tapi juga dari mancanegar. 
 
"Selama ini, wisatawan asing yang datang ke Purwakarta, masih didominasi dari Asia Barat. Misalnya, Tiongkok, Jepang dan Korea. Tapi, saat ini mulai banyak juga dari Timur Tengah," ujar Heri. 
 
Untuk itu, terang Heri, dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ini, pihaknya pun harus menyiapkan konsep lain. Untuk menunjang wisata halal misalnya, pihaknya akan mendorong para pengelola wisata dan hotel untuk menyiapkan sarananya. Semisal, tempat menyiapkan ibadah. 
 
"Sampai saat ini, wisatawan mancanegara menjadikan Jawa Barat sebagai primadona tujuan. Purwakarta sendiri, sering dijadikan tempat persinggahan mereka untuk bermalam," jelas dia. 
 
Menurutnya, wisatawan dari Timur Tengah biasanya lebih kritis terhadap fasilitas yang ada di hotel maupun di lokasi wisata. Terutama, yang menyangkut dengan tempat ibadah. 
 
"Makanya, ke depan setiap lokasi wisata dan hotel harus menyiapkan fasilitas ibadah berikut perlengkapannya. Bila perlu, di setiap kamar hotel ada penujuk arah kiblat dan pengingat shalat," kata dia. 
 
Dia menambahkan, konsep wisata halal ini akan terus digalakkan. Bahkan, saat ini pihaknya telah gencar menyosialisasikan program tersebut ke pengelola hotel, wisata hingga agen travel yang ada.