Timses Keberatan, Banyak Foto Jokowi di Angkot Purwakarta

Timses Keberatan, Banyak Foto Jokowi di Angkot Purwakarta
Dedi Mulyadi



INILAH, Purwakarta - Kader PDIP dan tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Kabupaten Purwakarta meradang. Sejak sepekan terakhir, banner one way bergambar Capres Jokowi banyak terpasang di bagian belakang angkutan kota (angkot). Mereka mengaku keberatan dengan pemasangan banner di kaca angkot ini. Sebab, tim pemenangan tak merasa memasang alat sosialisasi itu.
 
Sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, pemasangan banner ini bukan berasal dari tim resmi. Sehingga, dia menilai, ini merupakan atribut liar yang sengaja dipasang dengan tujuan tertentu. 
 
"Ini seperti segaja dipasang supaya menumbuhkan efek negatif untuk Pak Jokowi," ujar Dedi kepada INILAH di Purwakarta, Jumat (16/11/2018).
 
Atas kondisi tersebut, timnya pun akhirnya meminta para sopir angkot ini untuk mencopot banner one way tersebut. Apalagi, sesuai aturan juga tidak diperbolehkan. Kemudian, ini merupakan instruksi dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. 
 
"Saya sudah konfirmasi kepada semua partai, tidak ada yang membuat banner ini. Jadi, ini murni dibuat pihak tertentu, untuk tujuan tertentu," tegas dia.
 
Sebagai tahap awal, Dedi memulai kegiatan pencopotan banner tersebut di Purwakarta. Kegiatan ini menurut dia akan berlanjut di daerah lain mulai pekan depan. Dia berharap jajaran tim dan relawan Jokowi-Ma'ruf tidak terprovokasi usaha pihak tertentu untuk menjatuhkan citra pasangan nomor 01 itu. 
 
"Saya kira ini dibuat untuk merusak citra Pak Jokowi. Karena itu saya imbau kepada tim dan relawan agar tidak terprovokasi tindakan tidak bertanggung jawab ini," katanya. 
 
Pantauan INILAH, tak kurang dari 60 mobil angkutan umum di Purwakarta dibersihkan dari banner liar tersebut. Kebanyakan mobil tersebut berasal dari trayek 03 dan 04 yang melintas di jalur arteri jalan milik Provinsi Jawa Barat.
 
Demi efektivitas, Dedi menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk suksesnya kegiatan ini. Para pihak tersebut terdiri dari Dinas Perhubungan, Bawaslu dan Satuan Polisi Pamong Praja.
 
Pihak terkait dari institusi pemerintah kita ajak untuk bekerja sama. Kita ingin Pilpres 2019 berlangsung dengan cara-cara yang taat asas dan aturan yang berlaku," tambah dia.
 
Seorang sopir angkutan umum, Mulyana (48) mengatakan, sejak sepekan lamanya banner tersebut dipasang di mobilnya. Dia sendiri mengaku tidak mengetahui pihak mana yang memasang banner tersebut.
 
"Saya tidak tahu itu dari pihak mana. Yang jelas, merema memberikan uang Rp70 ribu agar banner itu dipasang. Ya, bagi kami yang hanya sopir kan lumayan. Jadi, ya terima saja meskipun saya tahu itu tidak boleh," ujarnya singkat.