Quattrick, Purwakarta Diganjar WTP oleh BPK

Quattrick, Purwakarta Diganjar WTP oleh BPK
Foto: Net



INILAH, Purwakarta – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat kembali menyematkan predikat Wajar Tanpa pengecualian (WTP) untuk Pemkab Purwakarta. Pemerintahan di kabupaten kecil ini, dinilai berhasil dalam melakukan pengelolaan keuangan dengan baik. 

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, WTP ini merupakan predikat yang diraih pemerintahannya selama kurun waktu empat tahun berturut-turut.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada seluruh pegawai, karena berkat kerja keras mereka Kabupaten Purwakarta bisa kembali meraih predikat WTP ini. 

"Tidak mudah bagi sebuah daerah untuk mendapatkan predikat tersebut. Alhamdulillah, Kabupaten Purwakarta justru mendapatkannya dalam kurun empat tahun berturur-turut," ujar Anne dalam rilis yang diterima INILAH, Selasa (27/5/2019).

Menurut dia, selama ini seluruh perangkat kerja daerah, baik itu eksekutif maupun legislatif di wilayahnya telah bekerja sesuai koridor dan aturan yang berlaku. Sehingga sangat wajar, jika BPK mengganjar dengan predikat WTP ini. 

"Kami berharap capaian ini bisa sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi," jelas dia.

Menurut dia, raihan WTP ini menjadi salah satu prestasi yang bisa dikatakan membanggakan. Karena bisa dikatakan Pemkab Purwakarta transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.

"Kedepannya bisa di tingkatkan lagi bahwa sistem keuangan kita harus transparan dan tentu saja prinsip akuntabel harus di pegang oleh semua pihak," terang Ambu Anne.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Purwakarta, Norman Nugraha menambahkan, raihan predikt WTP ini akan menjadi spirit diriya untuk terus bekerja guna membangun akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran negara.

"Untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang sudah di audit oleh BPK, akan segera kami sampaikan ke DPRD dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah Tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2018," kata Norman singkat. (Asep Mulyana)