Momok Menakutkan Dua Jalur Tol di Purwakarta

Momok Menakutkan Dua Jalur Tol di Purwakarta
Ilustrasi (Net)



INILAH, Purwakarta - Kabupaten Purwakarta selama ini menjadi daerah perlintasan dua jalur tol penghubung antarkabupaten, yakni ruas Tol Cipularang dan Tol Cikopo-Palimanan. 

Adanya dua tol tersebut, sejauh ini memang cukup membantu dan memudahkan mobilitas masyarakat. Tapi di sisi lain, keberadaan akses jalur bebas hambatan itu ternyata ada hal serius yang perlu perhatian sejumlah pihak. 

Bahkan, mungkin sampai saat ini Tol Cipularang dan Cipali ini masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian pengguna jalan. Apalagi, jika menilik dari seringnya terjadi kecelakaan di jalur tersebut.

Sanusi (35) salah satu warga Purwakarta, menuturkan, ‎kasus kecelakaan yang terjadi di Cipularang dan Cipali mungkin bukan hal aneh. Bahkan, hampir setiap saat ada berita tentang peristiwa tersebut di jalur tol itu.

Meskipun, kasusnya tak seheboh seperti kecelakaan maut di Tol Cipularang yang kala itu menimpa pedangdut Saipul Jamil dan almarhumah istrinya pada 2011 silam.

"‎Yang paling heboh, mungkin saat Saipul Jamil kecelakaan ya. Bahkan, dampaknya masih terasa sampai sekarang. Kadang, masyarakat jadi waswas ketika melintas di jalur tersebut," ujar Sanusi saat berbincang dengan INILAH, Minggu (26/5/2019).

Dia mengatakan, selama ini kecelakaan di Tol Cipularang banyak pihak yang mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Tapi, dirinya meyakini kecelakaan tersebut sebagian besar akibat faktor human error.

Menurut dia, alasannya karena saat melaju di tol, biasanya para pengendara selalu ingin menginjak gas lebih dalam supaya kendaraannya melaju kencang.

Jadi, sambung dia, bagi sebagian pengguna jalan, jalur tol itu dianggap sirkuit balapan. Tak hanya kendaraan pribadi, kendaraan umum seperti bus dan travel, juga kerap terlihat sering ngebut di jalan bebas hambatan ini.

"Dulu anggota keluarga saya pun hampir mengalami kecelakaan di Cipularang. Ya itu tadi, sopir busnya ngebut tapi tidak bisa mengantisipasi kendaraan di depannya," seloroh dia.

Kengerian yang terbayang di jalur tol ini, ternyata tak hanya jadi perhatian masyarakat. Tapi, petugas kepolisian di wilayah ini juga menyadari hal itu. Apalagi, hasil pemetaan wilayah, di dua jalur ini terdapat titik yang rawan terjadi kecelakaan.

Beberapa waktu lalu, Kanit Laka, Satlantas Polres Purwakarta, Ipda Asep Kusmana, mengatakan, hasil pemetaan jajarannya menyimpulkan, di wilayah hukumnya ada beberapa jalur yang dianggap rawan kecelakaan (black spot). Khususnya di dua jalur tol itu.

"Untuk di ruas Tol Cipularang, ada 10 kilometer yang rawan kecelakaan. Yakni, dari mulai KM 90 hingga KM 100, baik dari arah Bandung-Jakarta maupun sebaliknya," jelas dia.

Sedangkan untuk titik rawan di ruas Tol Cipali yakni terdapat di KM 73 sampai 83 di kedua jalur. Hasil pemetaan ini menilik dari intensitas kecelakaan yang selama ini kerap terjadi di titik-titik tersebut. 

Cukup beralasan, mengingat kontur jalan di wilayah rawan kecelakaan ini sangatlah berbahaya. Yakni, selain kondisinya lurus, ada juga yang kondisinya berupa tanjakan terjal, turunan curam, tikungan tajam‎, serta bergelombang. (Asep Mulyana)