Ngabuburit Yuk Hadir di Cirebon

Ngabuburit Yuk Hadir di Cirebon
Kegiatan Ngabuburit Yuk oleh AIS Jabar di Cirebon. (Agus Satia Negara)
Ngabuburit Yuk Hadir di Cirebon



INILAH, Cirebon - Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Barat mengisi waktu menjelang buka puasa Ramadan kali ini dengan mengadakan kegiatan Ngabuburait Yuk berkolaborasi dengan Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation.

Kegiatan ini adalah sebuah kegiatan sosial untuk menumbuhkan tali perekat antara anggota AIS Jawa Barat dengan masyarakat, serta mengembangkan potensi santri untuk dapat bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Ngabuburit Yuk yang diisi dengan santunan bersama 100 anak yatim piatu, pembagian sembako kepada 100 kaum duafa dan lansia ini diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Mei 2019/14 Ramadan 1440 H, pukul 14.30 hingga waktu Magrib tiba di Pondok Pesantren Daarul Muttaqin Kota Cirebon.

Ngabuburait Yuk ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan pondok pesantren, dan organisasi kepemudaan yang ada di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka meningkatkan kecintaan dan partisipasi aktif santri dalam bermasyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini santri dapat meningkatkan kembali kepekaan sosialnya sehingga dapat memberi manfaat kepada masyarakat. “Menghadirkan manfaat kepada masyarakat," ujar Adhia Ahmad Turmudzi Koordinator AIS Jawa Barat.

Bapak Qodrat selaku Manager Program MAI memperkenalkan pada masyarakat Cirebon yang hadir, bahwa MAI adalah lembaga yang dilahirkan di lingkungan Bank Mandiri. MAI adalah Lembaga Amil Zakatnya Bank Mandiri.

“Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi di kegiatan ini. Banyak pejabat di negara kita ini yang asal-muasalnya dari santri, oleh karena itu jangan pernah merasa malu menjadi santri. Jangan pernah lelah untuk belajar terus  bisa menjadi santri yang bisa membangun dan memakmurkan negeri,” ujarnya.

Pak Qodrat juga menilai tentang AIS, “Arus Informasi Santri ini keren, milenial semua. AIS harus memiliki peran untuk mendigitalisasi pesantren-pesantren yang di daerah supaya berkembang.” (Agus Satia)