Terendus, Prostitusi Online di Purwakarta

Terendus, Prostitusi Online di Purwakarta
Asep Mulyana



INILAH, Purwakarta - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purwakarta, mengendus adanya bisnis 'lendir' melalui dunia maya (online). 

Apalagi, selama ini kos-kosan disinyalir menjadi lokasi yang digunakan mereka sebagai tempat transaksi prostitusi terselubung itu. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Purwakarta, Aulia Pamungkas menuturkan, sejak beberapa pekan ini pihaknya kebanjiran laporan dari masyarakat soal kembali menjamurnya praktik prostitusi. Namun, kali ini bukan di tempat lokalisasi, tapi sudah menggunakan sistem online. 

"Bisnis prostitusi melalui dunia maya (online) mulai marak. Kondisi seperti ini, jelas sangat memprihatinkan," ujar Aulia kepada INILAH, Kamis (2/5/2019).

Atas dasar itu, sambung Aulia, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar razia besar-besaran. Kegiatan ini, sebagai bagian dari upaya cipta kondisi. Apalagi, menjelang pelaksanaan puasa yang tinggal menghitung hari. 

Salah satu upayanya, yakni dengan melakukan razia ke hotel dan kos-kosan. Apalagi, ada laporan dari masyarakat jika ada kos-kosan yang diduga dijadikan tempat mesum.  "Jadi transkasinya melalui online, dan tempatnya di kos-kosan," jelas dia. 

Aulia menjelaskan, selain banyaknya laporan dari masyarakat, yang mendasari jajarannya mengintensifkan operasi pekat ini yakni Perda nomor 13 tahun 2007 tentang larangan Pelacuran dan Miras.

Selain razia ke sejumlah kos-kosan, sambung dia, pihaknya pun akan menggiatkan patroli gabungan ke sejumlah wilayah. Hal ini, juga sebagai bagian dari upaya jajarannya menjaga ketertiban umum dari kenakalan remaja.

Dia menambahkan, rasa aman dan nyaman, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, Satpol PP, kepolisian dan TNI, tapi tanggung jawab bersama seluruh kalangan masyarakat. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat bisa turut membantu untuk menjaga kententraman di masing-masing wilayahnya. (Asep Mulyana)