SMKN 6 Bandung Mewisuda 925 Siswa

SMKN 6 Bandung Mewisuda 925 Siswa
Acara Wisuda SMKN 6 Kota Bandung Tahun 2019 (Istimewa)



INILAH, Bandung - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Bandung mewisuda 925 siswa dari enam jurusan tahun ajaran 2018-2019. Acara di gelar lapang sekolahnya Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (30/4/2019).

Dari keenam jurusan itu, Teknik Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Kayu, Teknik Audio Video, Teknik Permesinan, Teknik Kendaraan Ringan, dan Teknik Pemanfaatan Listrik.

“Acara ini seyogianya dilakukan setelah pengumuman resmi kelulusan 13 Mei, tetapi berhubung 13 Mei itu jatuh pada bulan Ramadan sehingga banyak sekolah termasuk SMKN 6 Bandung melakukan kegiatan ini lebih awal,” kata Kepala SMKN 6 Bandung, M Lukman.

Dia menyatakan, acara wisuda bertajuk Generasi Milenial Menyongsong Revolusi Industri 4.0 ini, dirinya merasa bangga kepada siswanya itu, terlebih 107 siswa sudah diterima menjadi karyawan di berbagai perusahaan di Jawa Barat. 

"Selain itu ada 34 siswa yang lolos melalui SMPTN, di UPI ada 25 orang, di Polman ada delapan orang serta di Polban ada satu orang," ucapnya.

Kata dia, sebanyak 141 orang siswa yang di wisuda secara simbolis adalah yang telah betul-betul memiliki pegangan. Sesuai dengan tujuan SMK yaitu bekerja, melanjutkan dan berwirausaha. 

Bila di SMA setelah lulus siswa dipersilakan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tetapi di SMK tidak begitu, diupayakan 50 persen itu bekerja dan bila perlu sekolah yang mencarikan pekerjaannya.

“Di kami pun terdapat kelas industri, dimana kelas industri ini semenjak siswa naik ke kelas XI sudah di rekrut oleh perusahaan jadi kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan setelah lulus langsung direkrut,” tambahnya.

Siswa lulusan SMKN 6 Bandung, lanjut dia harus menyiapkan diri menyongsong Indonesia yang lebih baik. Semua itu bergantung pada siswa yang memiliki kemampuan dan etika baik saat memulai lembaran baru di luar sekolah.

“Dunia luar itu sangat berat. Oleh karena itu, mereka dituntut memiliki kecerdasan dan keuletan serta ilmu pengetahuan yang memadai untuk menghadapi berbagi permasalahan,” jelasnya.

Di era globalisasi yang ditunjang kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi, lanjutnya, informasi apapun dengan mudah dapat diketahui. Berbagai arus budaya Barat pun gampang menerobos peradaban Indonesia. Dengan kondisi inilah, setiap siswa diajarkan memiliki akhlak yang luhur agar tidak terseret sehingga bisa merusak nilai-nilai budaya dan agama.

Dia berharap, siswa yang telah menyelesaikan studinya di SMKN 6 Bandung tidak hanya sekedar lulus, tetapi mampu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Itu menjadi tujuan utama karena dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan orang yang berkompeten, tetapi juga harus berintegritas dan lebih penting lagi menjadi pribadi yang jujur.

“Kalau menjadi enterpreneur, harus menjadi enterpreneur yang jujur. Sedangkan bagi yang memilih melanjutkan ke perguruan tinggi, juga harus mempersiapkan fisik dan mental untuk menjadi mahasiswa, karena berbeda situasinya," pungkasnya. (Okky Adiana)