Satpol PP Purwakarta Memburu Pedagang Miras Jelang Puasa

Satpol PP Purwakarta Memburu Pedagang Miras Jelang Puasa



INILAH, Purwakarta - Jelang pelaksanaan Ramadan 2019 yang tinggal menghitung hari,  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purwakarta, mulai mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (Pekat).

Salah satunya, razia minuman beralkohol dan menyisir lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi tempat transaksi prostitusi terselubung. Senin (28/4/2019) malam, petugas penegak Perda ini telah memulainya.

Kabid Trantibum Satpol PP Purwakarta, Beny Primiadi menuturkan, pihaknya tidak ingin kecolongan. Makanya, saat ini kembali mengintenaifkan razia dan melakukan penyisiran untuk memburu para penjual barang haram tersebut.

"Fokus kami saat ini, yakni memburu para pedagang miras, baik itu yang oplosan maupun yang bermerk. Tak hanya ke sejumlah kios jamu, kami pun akan menyisir lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan minuman tersebut," " ujar Beny kepada INILAH di kantornya.

Beny menjelaskan, operasi yang mulai dilakukan sore tadi berbuah hasil. Petugas, berhasil mengamankan ratusan botol minuman beralkohol berbagai merk dari beberapa pedagang di sejumlah lokasi.

"Kegiatan ini, merupakan upaya cipta kondisi menjelang pelaksanaan puasa yang tinggal beberapa hari lagi," jelas dia.

Beny menuturkan, selain ke lokasi penjual miras, petugas juga menyisir tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi tongkorang muda-mudi. Karena, ada laporan yang masuk ke pihaknya, jika lokasi tersebut kerap dijadikan lokasi pesta miras dan transaksi prostitusi terselubung.

Dia menegaskan, ‎miras masuk dalam kategori penyakit masyarakat. Sehingga, harus diminimalisasi. Apalagi, menjelang puasa seperti sekarang ini. U‎ntuk itu, jajarannya akan terus intensifkan kegiatan operasi pekat seperti ini.‎

"Miras dan PSK ini masuk dalam kategori penyakit masyarakat. Sehingga, harus diminimalisasi. Apalagi, di bulan ramadhan nanti. Untuk itu, kami akan terus menggiatkan operasi pekat ini," tambah dia.

Dia menegaskan, operasi pekat ini tak hanya akan difokuskan di wilayah perkotaan. Melainkan, seluruh wilayah perbatasan pun akan disisir. Supaya, kekhidmatan puasa masyarakat tak terganggu dengan hal-hal negatif seperti itu.

Dia menambahkan, rasa aman dan nyaman, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, Satpol PP, kepolisian ataupun TNI. Tapi, juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh kalangan masyarakat.

Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat bisa turut andil untuk membantu menjaga kententraman di masing-masing wilayahnya. (Asep Mulyana)