Kredit Mikro BJB Tumbuh 11,1%

Kredit Mikro BJB Tumbuh 11,1%
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) berkomitmen maju sebagai agen pembangunan daerah. Ini terbukti dari meningkatnya penyaluran kredit mikro yang berhasil tumbuh 11,1%.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang melaksanakan tugas Direktur Utama BJB Agus Mulyana mengatakan, nilai pertumbuhan itu mencapai Rp5,5 triliun. 

Menurutnya, selaku bank pembangunan daerah pihaknya berperan terus mendukung program pemerintah. Termasuk, mendorong pembiayaan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

“Kita ketahui bersama, perekonomian di Provinsi Jawa Barat ini ditopang salah satunya oleh meningkatnya sektor UMKM. Kita terus mendorong peningkatan kredit mikro yang sejauh ini tumbuh 11,1%,” kata Agus saat mengumumkan kinerja keuangan perseroan triwulan I 2019 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jum’at (26/4/2019).

Dia menuturkan, peningkatan pertumbuhan kredit di sektor UMKM itu berhasil dilakukan melalui beberapa strategi. Di antaranya program One Village One Company (OVOC) dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) . 

Termasuk, meningkatkan akses perbankan di masyarakat pedesaan melalui layanan ;ayanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai).

Selain itu, pihaknya menjalankan program kemitraan unutk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Plus, memperkuat sinergi melalui kerjasama dengan bank perkreditan rakyat (BPR) dan lembaga keuangan mikro serta program-program lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan sektor UMKM.

Secara keseluruhan, Agus menjelaskan total kredit yang berhasil disalurkan BJB tercatat sebesar Rp75,8 triliun. Capaian itu berhasil tumbuh sebesar 6,2%, dengan kualitas kredit terjaga baik dengan rasio kredit bermasalah (NPL) pada di level 1,68%. Angka NPL ini lebih baik dibandingkan rasio NPL rata-rata industri perbankan sebesar 2,59%. 

Selain sektor UMKM, BJB juga mendukung pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional. Bentuk dukungan itu melalui pembiayaan kepada sektor infrastruktur yang sejalan dengan target pemerintah untuk memprioritaskan dua sektor tersebut. 

BJB juga memprioritaskan proyek-proyek berskala nasional seperti pembangunan jalan tol, pembangunan pelabuhan baru, penyediaan air minum, dan proyek pembangunan bendungan serta jaringan irigasi yang berada di wilayah Jabar dan Banten. 

Untuk mengakselerasi hal tersebut, BJB berkolaborasi dengan sejulah BUMD di wilayah Jabar dan Banten agar program-program pemerintah dapat segera direalisasikan.

“Dari sisi penghimpunan dana, kami berhasil menghimpun DPK (Dana Pihak Ketiga) sebesar Rp90,2 triliun yang didorong dari pertumbuhan tabungan sebesar 8,8%, sehingga rasio CASA naik dari 46,3% menjadi sebesar 48,8%,” jelas Agus.

Dia menambahkan, pada triwulan I 2019 ini BJB membukukan laba bersih sebesar Rp421 miliar dengan total aset sebesar Rp117,7 triliun. 

“Kami bertekad untuk selalu meningkatkan dan mempertahankan kinerja perseroan serta selalu siap untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan turut membangun perekonomian daerah,” ujarnya.