Teddy Kusdiana: Menjaga Kemanan Pangan dengan GKPD

Teddy Kusdiana: Menjaga Kemanan Pangan dengan GKPD
Sekda Kabupaten Bandung dan Kepala BBPOM Bandung



INILAH, Soreang - Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan Bandung menggelar Advokasi Pelaksanaan Program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pasar Aman dan Pangan Aman di Sahid Sunshine Hotel Soreang, Selasa (23/4/2019). 

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana, kegiatan ini merupakan upaya advokasi kelembagaan yang digelar di setiap provinsi dengan melibatkan 3-5 desa.

Secara nasional, advokasi tersebut meliputi 100 desa yang dinilai memiliki komitmen pada keamanan pangan sehingga diharapkan dapat direplikasi daerah lainnya. 

Selain advokasi kelembagaan, kata Teddy, Pemkab Bandung dan BPOM akan membentuk kader keamanan desa yang melibatkan masyarakat, seperti guru, pelaku usaha, karang taruna, serta berbagai organisasi kepemudaan, dan kemasyarakatan lainnya.

“Selaras dengan GKPD yang digagas BPOM, kami juga turut berupaya memperjuangkan hal serupa melalui berbagai instansi dengan menjaga keamanan pangan di seluruh rantai pangan yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Bandung juga telah berupaya meningkatkan kemandirian masyarakat desa di bidang keamanan pangan, mendorong kemandirian masyarakat desa dalam melakukan pengawasan keamanan pangan, menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan dan memperkuat ekonomi desa melalui program keamanan pangan desa.

“Pangan yang aman, bermutu, dan bergizi berperan penting bagi pertumbuhan, pemeliharaan, dan peningkatan derajat kesehatan serta kecerdasan masyarakat. Masyarakat perlu dilindungi dari pangan yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan,” tutur Teddy.

Keamanan pangan sendiri, menurutnya merupakan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimiawi, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. 

Selain itu, juga sebagai upaya mencegah agar pangan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Penting bagi kita untuk saling koordinasi dan tetap menjaga sinergitas, dalam bingkai semangat Sabilulungan serta semua unsur berperan dalam meningkatkan keamanan pangan yang berdampak pada derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Teddy.

Menurut Kepala Balai Besar POM Bandung, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, pengawasan keamanan di tingkat desa tersebut merupakan pengawasan lingkup paling kecil dan penting.

Selain itu, pada tahap distribusi pangan harus terlebih dahulu melewati berbagai prosedur izin edar dari BPOM dan Dinas Kesehatan (Dinkes), agar terawasi dan aman konsumsi.

“Tugas kami adalah memfasilitasi, melakukan pengawasan dan pendampingan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khususnya di Kabupaten Bandung, untuk memenuhi ketentuan keamanan pangan,” ujar Bagus.

Terkait pembentukan kader keamanan pangan desa, ia mengungkapkan hal tersebut perlu dilakukan. Terutama untuk menyentuh kesadaran masyarakat desa dalam mengetahui produk pangan yang layak konsumsi, serta sesuai dengan prosedur keamanan pangan.

Hal tersebut, kata Bagus, tercakup dalam salah satu tujuan GKPD, yaitu meningkatkan ekonomi keluarga dan peningkatan kemandirian desa melalui pengawasan keamanan pangan.

Dia pun mengapresiasi antusias serta kontribusi berbagai Perangkat Daerah (PD) Kabupaten Bandung dalam mendukung program GKPD ini. 

Kabupaten Bandung, terang Bagus, dipilih sebagai perwakilan di Jawa Barat karena dinilai memiliki komitmen pada keamanan pangan dan akan diikutsertakan dalam perlombaan Desa Pangan Aman (Paman) tingkat nasional.

“Terpilihnya desa-desa di Kabupaten Bandung ini, saya harap bisa menjadi model dan contoh bagi desa-desa lainnya,” pungkasnya.