Dadang Naser: ASN Harus Cerdas Akhlak dan Intelektual

Dadang Naser: ASN Harus Cerdas Akhlak dan Intelektual
ASN Kabupaten Bandung cerdas akhlak dan intelektual



INILAH, Soreang - Selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) tentu banyak tugas dan amanah yang harus dikerjakan dalam melayani masyarakat.

Tak hanya berfungsi sebagai abdi negara, ASN juga harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Untuk itu Bupati Bandung Dadang M Naser mendorong jajarannya agar terus meningkatkan kualitas dirinya, baik akhlak maupun intelektual.

Hal tersebut selaras dengan salah satu misi pembangunan yang diemban orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu, di antaranya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang religius.

“Salah satu upaya kita untuk membentuk SDM yang cerdas akhlak adalah melalui kegiatan membaca Alquran. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dimulai dari seluruh pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Ke depan, akan kita lanjutkan kepada ASN lainnya,” pesan Bupati di Soreang, Selasa (23/4/2019).

Dadang Naser meyakini, Alquran merupakan kitab pedoman bagi umat manusia. Allah akan senantiasa memuliakan dan meninggikan derajat orang-orang yang selalu mempelajari Alquran, baik membaca, menghafal, maupun memahami isi kandungannya. 

Alquran juga sangat memungkinkan bisa membangun kecerdasan akhlak, emosi yang stabil dalam mengambil keputusan, sehingga seseorang bisa arif dan bijaksana dalam berpikir, berucap, dan berbuat.

Untuk itu, kegiatan membaca Alquran lengkap dengan pelafalan tajwid dan makhroj tersebut, didampingi pembina dari MUI Kabupaten Bandung.

“Para pejabat ini harus bisa membaca dan melafalkan Alquran dengan benar. Dengan pembinaan dari MUI Kabupaten Bandung, diharapkan mereka yang awalnya belum benar cara membacanya, terbata-bata, atau salah urutan ayat dalam sebuah surat, mudah-mudahan bisa memperbaikinya,” harapnya.

Kegiatan yang diikuti oleh para camat, para pejabat struktural eselon II, III, dan IV tersebut dimaksudkan agar saat membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, sebagai surat yang selalu dibacakan setiap ibadah salat, bisa dilafalkan dengan benar. Baik lafaz maupun harkatnya tidak asal-asalan, termasuk harus paham artinya juga.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Kabupaten Bandung Marlan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan SDM para pejabat struktural dalam hal kecerdasan akhlak dan intelektual.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai tanggal 22 April dan akan berlangsung hingga bulan Ramadan 1440 Hijriah.

“Kalau melek huruf laten, Kabupaten Bandung kan hampir 100%, hanya kurang 0,5% yang tidak melek hurufnya. Nah, kalau melek huruf Alquran seperti apa? Apalagi 95% masyarakat Kabupaten Bandung adalah Muslim. Makanya, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan melek huruf Alquran,” ujar Marlan.

Kita, yang mengaku beragama Islam sejauh mana pemahaman agamanya. Terus gali ilmu bersama ustaz, sudah benar ataukah belum bacaan kita. Jangan merasa sudah benar, saling kontrol.

Wajib hukumnya untuk memahami Alquran, caranya dengan nyorogkeun (mendatangi tempat) rumah tahfiz dan mengikuti musabaqah.