Harapan Baru di Hari Jadi PDAM Tirta Raharja Ke-42

Harapan Baru di Hari Jadi PDAM Tirta Raharja Ke-42



SEDERET Rangkaian kegiatan dipersiapkan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung dalam menyambut Hari Jadi ke-42. Momentum hari jadi juga menjadi harapan baru untuk terus meningkatkan kinerja.

Memasuki usia 42 tahun sejak ditetapkan menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bandung pada 31 Maret 1977, PDAM Tirta Raharja terus mengalami pertumbuhan secara kinerja. Bahkan di tahun 2019, PDAM Tirta Raharja telah mencatatkan jumlah sambungan langgan sebanyak 97.844. Angka tersebut terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahunnya.

Tahun 2015, PDAM Tirta Raharja mencatat sukses melakukan sambungan pelanggan sebanyak 81.718. Kemudian di tahun 2016 menjadi 86.635, tahun 2017 kembali naik menjadi 91.368 pelanggan dan tahun 2018 menjadi 97.329 dan membukukan jumlah pelanggan sebanyak 97.844 di tahun 2019 ini.

Keberhasilan tersebut tentu bukan tanpa upaya. Sejak fokus menyandang identitas baru sebagai perusahaan berorientasi bisnis yang bergerak di bidang pelayanan air minum. Komitmen tersebut terus dijaga dengan berbagai langkah strategis termasuk memastikan ketersediaan sumber air baku, investasi infrastruktur dengan tetap berpegang teguh pada komitmen pelayanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan tersedianya air bersih.

Manajer Junior Humas dan Sekretariat, Sri Hartati mengungkapkan, merunut sejarah, PDAM Tirta Raharja didirikan tahun 1926 dengan nama Water Leiding Bedriff, yang pada awal nya diperuntukan memenuhi kebutuhan air bersih bagi komunitas Belanda yang berada di Wilayah Cimahi dan Lembang.

Hingga pada perkembangannya lanjut Sri, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bandung Nomor XVII tahun 1997 serta Keputusan Gubernur Tingkat I Jawa Barat No. 510/HK/011/SK/77 tertanggal 31 Maret 1977, perusahan ini kemudian ditetapkan menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bandung Nomor 5 Tahun 2005 tentang PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, perubahan terakhir dengan berakunya Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2014 tentang PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung.

Sri menuturkan, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Banundg telah memiiki jejak dengan rentan waktu yang cukup lama sejak tahun 1926 sampai dengan 2019, dan secara de jure belum memiliki penetapan Hari Jadi secara formal.

Hanya saja lanjutnya, berdasarkan fakta sejarah tersebut maka tanggal 31 Maret 1977 di tetapkan sebagai Hari Jadi PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung oleh Bupati Bandung untuk pertama kalinya di Gedung Budaya Sabilulungan dengan disaksikan para Stakeholder, tepatnya pada 31 Maret 2016 lalu.

Terkait hari jadi, Sri juga menuturkan, maksud dan tujuan peringatan hari jadi PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung tak lain disamping sebagai sarana napak tilas momen bersejarah.

"Disamping itu tentu saja agar memastikan jejak langkah pengembangan perusahaan yang telah dicapai. Mengembangkan citra perusahaan menjadi perusahaan yang profesional, maju dan berdaya saing hingga menumbuhkembangkan rasa memiliki terhadap perusahaan untuk seluruh stakeholder yang terlibat langsung dalam proses operasional perusahaan," ujarnya.

Sri menambahkan, peringatan Hari Jadi Ke-42 juga diharapkan menjadi momen untuk terus meningkatkan kinerja. Terlebih, wilayah cakupan pelayanan PDAM Tirta Raharja mencakup tiga wilayah administratif mulai dari Kabupaten Bandung, Kota Cimahi hingga Kabupaten Bandung Barat.

Karenanya menurut Sri, sesuai dengan visi misi PDAM Tirta Raharja dan dalam rangka percepatan cakupan pelayanan sampai dengan tahun 2019 diharapkan jumlah pelanggan mencapai angka lebih dari 100.000 sambungan rumah.

Dengan kata lain menurut Sri, PDAM Tirta Raharja akan berubah statusnya seiring dengan pertambahan sambungan rumah dari Tipe D ke Tipe E (PDAM dengan Jumlah Pelanggan di atas 100.000 SR) sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum.

Disinggung terkait kegiatan yang akan digelar selama hari jadi, Sri menegaskan, dalam Rangka Memperingati hari jadi PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung yang ke 42 diselenggarakan berbagai kegiatan mulai dari donor darah, pertandingan olahraga, lomba menghias tumpeng, pemberian santunan kepada anak yatim, bantuan sunatan bagi anak kurang mampu, senam bersama, fun game hingga penanaman pohon.*