Kemenperin RI Bantu Pengembangan Produk Kriya Khas Purwakarta

Kemenperin RI Bantu Pengembangan Produk Kriya Khas Purwakarta
Ilustrasi



INILAH, Purwakarta - Kecamatan Plered,  Kabupaten Purwakarta, selama ini terkenal akan kerajinan kriyanya. Misalnya, kerajinan keramik, tembikar, genteng dan pot bunga. 
 
K‎eberadaan tanah liat yang melimpah ruah di kecamatan sebelah Barat Purwakarta itu, mungkin yang menjadi alasannya.
 
Mungkin tak banyak yang tahu, jika kemasyuran kerajinan kriya khas Plered Purwakarta ini terdengar hingga ke berbagai negara di sejumlah benua. Seperti, Arab Saudi, Amerika, Afrika, Belanda serta negara lainnya di Eropa. 
 
Sebagai sentral kerajinan kriya, di kecamatan itu pemkab setempat membuat sebuah tempat penelitian dan pengembangan (Litbang) keramik. Litbang tersebut, sejauh ini juga dinamfaatkan sebagai sarana edukasi.
 
Senin (8/4/2019), pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian RI, menggelar kegiatan pelatihan di lokasi itu. Tujuannya, tak lain untuk membantu pengembangan kerajinan khas Purwakarta ini. Termasuk, membantu peningkatan produktifitasnya.
 
Direktur Jendral Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin RI, Gati Wibawaningsih mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi upaya Pemkab Purwakarta dalam menjaga kemasyuran produk lokalnya.
 
Dalam hal ini, sambung dia, kementeriannya turur berkomitmen untuk membantu pengembangan produk tersebut. Kedepan, industri kerajinan gerabah khas Purwakarta bakal terus didorong sebagai salah satu andalan usaha ekonomi kerakyatan.
 
"Salah satu upaya kami, tak lain dengan membantu memberikan pelatihan para perajinnya. Sehingga, kapasitas dan kemampuan lebih meningkat. Tentunya, efeknya akan meningkatkan nilai jual produk mereka," ujar Gati dalam rilis yang diterima INILAH. 
 
Menurut dia, jika kemampuan pengrajinnya meningkat maka produksinya pun dipastikan akan berkembang. Sehingga, secara otomatis pangsa pasarnya akan mengalami peningkatan juga.
 
Dari pengamatan jajarannya, sejauh ini geliat usah kerajinan kriya khas Plered menunjukan tren yang positif. Bahkan, dalam kurun waktu empat tahun terakhir ekspor kerajinan khas wilayah tersebut terus mengalami peningkatan.
 
"Pemerintah juga terus mendukung perkembangan industri gerabah di Indonesia, yakni dengan mengupayakan adanya ketersediaan gas industri dengan harga yang kompetitif, mendorong tumbuhnya inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan terus melakukan pembinaan industri keramik dalam negeri," katanya.
 
Sementara itu, Kepala UPTD Litbang Keramik Plered, Bambang Mega Wahyu mengatakan, pelatihan ini diharapkan memberikan motivasi baru bagi pengusaha industri kecil dan menengah keramik di Purwakarta.
 
Apalagi kerajinan keramik Plered memiliki sejarah panjang dan merupakan salah satu industri yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.
 
"Agar bisa lebih mengembangkan usahanya dengan meningkatan kualitas produk yang baik dan juga desain produk baru yang berkualitas," kata Bambang.