Cerita Pengukir Wayang Golek Asal Purwakarta yang Menjadi Maestro

Cerita Pengukir Wayang Golek Asal Purwakarta yang Menjadi Maestro
Abah Jani, Pengukir Wayang Golek



INILAH, Purwakarta - Wayang Golek, merupakan salah satu produk kebudayaan asli Jawa Barat. Mungkin tak banyak yang tahu, jika salah satu seni tradisi Tatar Sunda ini pernah mengharumkan nama beberapa desa di Kabupaten Purwakarta.
 
Sebut saja salah satunya Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani. Terkenalnya desa ini akan seni tradisi tersebut, bukan karena banyaknya dalang di wilayah itu. Melainkan, banyaknya para perajin seni ukir wayang golek. 
 
Bisa bilang, desa tersebut konon merupakan sentra kerajinan ukir wayang golek dan kerajinan ukir lainnya. Makanya, saat itu, hampir semua penduduk di kampung tersebut membuat wayang dan kerajinan lainnya.
 
Mungkin, di era 70 sampai 80-an, pesanan wayang ukir (untuk pagelaran dalang) meningkat signifikan. Karena kabarnya, dari mulai dalang kahot, seperti mendiang Asep Sunandar Sunarya sampai dalang pinggiran desa memesan wayangnya ke desa itu.
 
Namun sayang, seiring berjalannya waktu para perajin di desa itu banyak yang gulung tikar, karena terimbas krisis ekonomi saat itu. Bahkan banyak di antara para perajin lebih memilih meninggalkan desa untuk mengembangkan bakatnya di daerah lain.
 
Abah Jani (57), mungkin menjadi salah satu dari puluhan perajin wayang golek di desa itu yang masih konsisten dengan karyanya. Saat ini, dirinya ‎diberdayakan oleh pemkab untuk membuat seni ukir wayang golek di Galeri Wayang sekitar perkantoran Setda Purwakarta. 
 
Pria paruh baya inipun lantas menceritakan perjalanan karirnya membuat seni ukir wayang golek. Kisahnya berawal, sejak 1980 silam. Kepiawaiannya membuat seni ukir wayang golek ini, terdengar hingga peloksok daerah. 
 
Saat itu, Abah Jani bahkan dipercaya membuat tokoh-tokoh wayang untuk digunakan dalam pertunjukan Dalang Ahim dari Bogor. Tak hanya itu, dirinya membuatkan wayang untuk pertunjukan dalang Asep Sunandar Sunarya.
 
Dedikasi Abah Jani, akhirnya mengantarkan dia ke Taman Nusa Gianyar Bali. Di sana, tepatnya pada 2014 lalu, dia diminta untuk membuat wayang golek untuk dipamerkan. Hasil karyanya itu, tak hanya untuk dipamerkan di etalase-etalase Taman, tapi juga untuk keperluan saat ada event atau festival di Taman tersebut.
 
"Kemudian, di 2016 saya diminta pulang untuk menempati galeri Wayang di Pemda Purwakarta," ujar dia. 
 
Selama bekerja di pemerintahan, Abah Jani kerap diajak untuk ikut sebuah event pameran produk kebudayaan khas Purwakarta. Seperti saat ini, Abah Jani, kabarnya turut unjuk kebolehan di pameran yang digelar oleh Pemkot Malang, Jawa Timur dalam rangkaian hari jadi daerah tersebut. 
 
Dalam event Malang Fair 2019 yang digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur ini, juga turut diikuti dinas terkait dari beberapa daerah di Nusantara. 
 
Kasie Promosi Wisata, Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Dispora Parbud Purwakarta, Acep Yulimulya menuturkan, pihaknya turut diundang dalam kegiatan HUT kota Malang ini. Adapun produk kebudayaan yang dipamerkan di sana, di antaranya seni ukir Wayang Golek dan Menong. 
 
"Pameran ini digelar selama empat hari, dari mulai tanggal 4 April hingga 7 April," ujar Acep singkat.