Apakah Gegara Ini Ridwan Kamil Tidak Meresmikan RSUD Bogor Utara?

Diturunkan nilai proyek pembangunan RSUD Bogor Utara dari Rp112 miliar menjadi Rp93,6 miliar dianggap legislator DPRD Jabar Asep Wahyuwijaya menjadi penurunan tipe yaitu Klinik Utama Rawat Jalan Parung.

Apakah Gegara Ini Ridwan Kamil Tidak Meresmikan RSUD Bogor Utara?
Padahal, tutur Asep Wahyuwijaya, seandainya anggaran bantuan keuangan Pemprov (Banprov) Jabar tersebut tidak dikurangi, maka tipe RSUD Bogor Utara setidaknya bertipe D. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Diturunkan nilai proyek pembangunan RSUD Bogor Utara dari Rp112 miliar menjadi Rp93,6 miliar dianggap legislator DPRD Jabar Asep Wahyuwijaya menjadi penurunan tipe yaitu Klinik Utama Rawat Jalan Parung.

Padahal, tutur Asep Wahyuwijaya, seandainya anggaran bantuan keuangan Pemprov (Banprov) Jabar tersebut tidak dikurangi, maka tipe RSUD Bogor Utara setidaknya bertipe D.

"Proposal permohonan Pemkab Bogor ke Banprov Jawa Barat itu Rp112 miliar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sepenuhnya mengabulkan, kenapa harus dikurangi anggarannya hingga hampir Rp20 miliar? Karena dikurangi, maka yang terbangun itu hanya Klinik Utama Rawat Jalan dan bukannya RSUD Bogor Utara," tutur Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Rabu 24 Januari 2023.

Baca Juga : Rudy Susmanto Siap Penuhi Panggilan Kejari Kabupaten Bogor

Dia menambahkan, lantaran penurunan tipe dan juga adanya permasalahan lainnya dalam proyek di Desa Cogrek, Parung tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun tidak ikut meresmikan calon RSUD Bogor Utara pada akhir Desember 2022 kemarin.

"Gubernur Jabar Ridwan Kamil malah lebih memilih meresmikan pembangunan Gedung I dan IV RSUD Kota Bogor yang juga mendapatkan Banprov Jabar dengan nilai Rp45,6 miliar. Padahal, dari segi anggaran itu jauh lebih besar untuk Kabupaten Bogor,"  tambahnya.

Asep Wahyuwijaya menjelaskan, akibat RSUD Bogor Utara hanya menjadi Klinik Utama Rawat Jalan Parung itu maka jumlah tempat tidur di rumah sakit di Kabupaten Bogor tidak mengalami peningkatan.

Baca Juga : Disdik Gelar Bimtek Dana BOS SMP, Ini Amanat Sekda

Saat ini, menurut data dari Pemprov Jabar itu jumlah tempat tidur rumah sakit di Bumi Tegar Beriman baru mencapai 3.500 dari total kebutuhan 6.000 tempat tidur.

"Kabupaten Bogor masih kekurangan sekitar 2.500 tempat tidur lagi, itu kalau dilihat dari standar World Health Organization (WHO). Harusnya, Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk 6 juta jiwa memiliki 6.000 tempat tidur," jelas Kang AW.*** (reza zurifwan)

Baca Juga : Waspada! Di Kota Bogor, Maling Nekat Beraksi di Siang Bolong


Editor : donramdhani