• Saatnya Indonesia Jadi Kiblat Industri Halal

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar01 Juni 2018 14:19
    fotografer: Daulat Fajar Yanuar

    INILAH, Jakarta " Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat beragam yang berpotensi besar untuk dijadikan destinasi wisata halal. Potensi ini semestinya dikelola sedemikian rupa dengan baik agar tidak hanya besar di jumlahnya saja tetapi juga mampu menjadikan Indonesia sebagai kiblat wisata halal dunia.

    Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Tazbir mengatakan, pengelolaan industri halal secara umum harus dibicarakan bersama-sama dengan semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah, pelaku industri, dan juga media.

    Dia menjelaskan, meskipun Indonesia lebih banyak memiliki potensi industri halal namun rupanya sampai saat ini posisinya selalu berada di belakang Malaysia sebagai leader karena tata kelola yang diterapkan Indonesia belum secanggih negara tetangga.

    “Sekarang kiblatnya harus kita, walaupun Malaysia sangat serius dalam mengelola industri halal tapi kita harus belajar dari mereka. Kita harus duduk bersama, pariwisata ini kesempatan yang sangat besar bagi kita,” kata Tazbir dalam acara ‘Muslim Holiday Konsorsium bersama Forum Jurnalis Muslim' di Muamalat Tower, Jakarta, kemarin.

    Di tempat yang sama, Founder & Chairman Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi mengatakan sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim, Indonesia sudah semestinya lebih maju dalam industri halal daripada negara-negara lainnya. Namun rupanya dalam praktik keseharian para pelaku industri halal cukup kesulitan untuk mengelola bisnisnya.

    Maka dari itu, dia bersama para pelaku industri halal lainnya membangun konsorsium Muslim Holiday sebagai bentuk keprihatinan karena masih minimnya travel Muslim yang menggarap pasar wisata Muslim yang tidak harus sebatas merambah pasar haji dan umroh semata.

    “Yang menggarap pasar wisata muslim masih sangat sedikit kurang dari 20 persen. Akibatnya, pasar wisata muslim yang prospektif dan potensial ini masih dipegang oleh travel umum,” ujarnya,” kata Priyadi.

    Sementara Ketua Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Dudy Sya’bani Takdir mengatakan media memiliki peranan yang sangat penting dalam mendorong majunya industri halal di Indonesia. Salah satu hal sederhana yang dapat dilakukannya adalah dengan lebih banyak mengangkat hal-hal positif termasuk potensi pariwisata di masing-masing daerah.

    Jika media-media di Indonesia dapat berperan aktif dalam mendorong potensi industri halal maka bukan tidak mungkin Indonesia dapat menyalip posisi Malaysia yang sampai saat ini masih yang terdepan dalam menggerakkan industri halal di dunia.

    “Kondisi industri halal Indonesia saat ini masih kalah di bawah Malaysia, ini menjadi pekerjaan rumah kita semua karena bagaimanapun juga potensi industri halal Indonesia lebih besar daripada negara tetangga,” kata Dudy.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT