• Ruddy Gandakusumah : Nikmati,Jalani, Syukuri

    Oleh : Ghiok Riswoto08 Maret 2018 22:27
    SIKAP Ramah menjadi ciri khas dari sosok Ruddy Gandakusumah. Tak heran, mantan Kepala Biro Humas, Prokol dan Umum (HPU) Pemprov Jabar yang kini menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol Jabar dan Pjs Wali Kota Bekasi ini dikenal dekat dengan berbagai kalangan.

    Menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin bukanlah perkara mudah untuk dilaksanakan. Tak hanya harus mampu menjadi panutan dan contoh teladan bagi bawahan, jabatan yang diemban juga harus dipertanggung jawaban di dunia maupun di akhirat kelak.

    Hal itulah yang selalu menjadi patokan seorang Ruddy Gandakusumah dalam mengemban amanah yang dipercayakan. Menjalani hari-hari dengan merangkap jabatan Kepala Bakesbangpol Jawa Barat dan Pjs Wali Kota Bekasi, tak pelak menuntut Ruddy bukan hanya terkuras fisik dan energinya tapi juga pemikiran. Namun, mantan Kepala Biro Humas, Protokol dan Umum (HPU) Pemprov Jabar ini mengaku, apapun yang kini dijalaninya merupakan tangggung jawab yang harus dilaksanakan dengan baik.

    Dalam bincang-bincang akrabnya, Ruddy mengungkapkan, jabatan hanyalah titipan dan segalanya harus dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun diakhirat kelak. Tanggung jawab besar itulah yang selalu menjadi pegangannya dalam melaksanakan tugas.

    Yang terpenting sebagai manusia, dia sangat percaya apapun ketetapan hidup yang tengah dijalaninya saat ini adalah kehendak dari Sang Maha Pencipta. Sehingga tugasnya hanyalah menikmati, menjalani dan mensyukurinya.

    "Nikmati, jalani, syukuri. Itulah pegangan saya dalam melaksanakan tugas. Karena sebagai abdi masyarakat saya tentu harus siap menerima dan melaksanakan tugas atau jabatan apapun yang diberikan. Tapi bagaimana kemudian jabatan atau tugas yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi diri saya dan orang lain. Menjadikan amal soleh sebagai bekal kehidupan akhirat kelak," ungkapnya.

    Ruddy menuturkan, selama ini dirinya senatiasa berusaha untuk menikmati setiap kondisi yang dihadapi termasuk jabatan yang dipercayakan. Menjalaninya dengan penuh keridhoan dan mensyukurinya.

    "Ketika kita menikmati segalanya, maka Insya Allah kita akan ikhlas menjalaninya. Dan dari keikhlasan itu kita juga akan dapat mensyukurinya. Percayalah Allah itu pemilik rencana terbaik atas kehidupan kita. Karenanya jangan sekali-kali kita bergantung kepada manusia," paparnya.

    Ruddy menambahkan, hal lain yang juga selalu menjadi pegangan hidupnya adalah sikap menerima atas segala ketetapan Yang Maha Kuasa. Karena diyakininya betul di balik jabatan ada amanah dan musibah yang tak bisa dipisahkan. Ketika seseorang tidak amanah dengan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, maka itu merupakan sebuah musibah.

    "Jangan sampai karena demi jabatan kita kemudian harus melakukan langkah-langkah tidak baik bahkan hingga membeli jabatan. Insya Allah ketika kita mengetahui bagaimana risiko dan tanggung jawabnya menjadi seorang pemimpin, begitu sangat menakutkan. Bukan hanya mempertanggung jawabkan kehidupan kita tapi semua yang berada di bawah tanggung jawab kita," ujarnya.

    Menurutnya, falsafah sunda yang diajarkan para orang tua dulu juga mengingatkan bagaimana manusia harus mendapatkan segalanya dengan cara-cara baik.

    "Milik teu pahili-hili, bagja teu paala-ala. Yakin saja dengan ketetapan Allah. Semoga ini dapat selalu mengingatkan diri saya dan juga pemimpin-pemimpin lainnya. Karena ada banyak hal yang harus kita pertanggung jawabkan dari setiap jabatan," pungkasnya. (*)

    TAG :


    Berita TERKAIT