• Noe Amelya Fokus Jalani Bisnis Fesyen

    Oleh : Ghiok Riswoto21 Januari 2018 22:01
    "JIKA Anda memiliki mimpi, kejarlah. Usahakan dan jalani, percayalah semua akan tercapai. Cintai prosesnya karena tidak ada hasil yang menghianati proses".

    Dunia fesyen bukan lah hal baru bagi sosok Noe Amelya. Menghabiskan masa remajanya sebagai model, kini Noe Amelya pun mulai menapakan kakinya menjadi seorang perancang busana. Pekerjaan yang sejak kecil dipelajari dan menjadi mimpi besarnya.

    Bagi Noe Amelya mengejar mimpi dan menikmati proses adalah bagian terindah dalam sebuah perjuangan. Hasilnya, kini dengan memperkenalkan brand pakaian NA, perlahan namun pasti Noe Amelya pun membulatkan tekad untuk dapat mampu menembus pasar dunia.

    Peluang itupun tentu sangat terbuka. Pasalnya, sejak tahun 2014 Noe memutuskan hijarh ke Inggris- United Kingdom (UK) mengikuti sang suami. Perjalanan panjang Noe dalam bisnis fesyen sebenarnya sudah dimulainya sejak 2007. Namun produk yang dia rancang baru sebatas pada syal dan jaket. Tahun 2018 semangatnya untuk terus melahirkan karya-karya busana elegan semakin tertantang.
    Menurutnya, selain mengejar mimpinya untuk dapat memperkenalkan produk-produk fesyen hasil rancangannya ke seluruh dunia, tak kalah penting ia juga ingin berkontribusi memperkenalkan Indonesia di pentas dunia.

    Karena pertimbangan itupula, kendati berdomisili di Inggris-UK, bahan-bahan dari rancangan busana hingga pembuatan produk semuanya dilakukan di Indonesia.

    Dalam bincang-bincangnya bersama INILAH KORAN melalui pesan whatsapp messenger, Jumat (19/1) Noe menuturkan, brand fesyen Noe Amelya (NA) adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Impian seorang gadis muda yang bertekad membawa gaya dan keanggunan ke seluruh dunia. Perjalanannya dari model tradisional Indonesia hingga gaya chic rumah mode Eropa. Karenanya ia berharap siapapun yang memiliki mimpi untuk tidak sungkan mengejar, meraih dan menggapainya.

    "Sejak kecil saya sudah belajar bagaimana merancang busana. Kini kemudian saya mendirikan bisnis dengan membangun merk atau brand sendiri. Saya berharap dari perjalanan ini juga dapat turut mengangkat nama Indonesia ke kancah dunia. Banyak sekali produk Indonesia yang menjadi idola di pentas dunia, hal ini tentu menjadi peluang yang dapat kita tangkap untuk turut ambil bagian dalam mempopulerkan produk-produk Indonesia. Itulah yang kemudian mejadi tantangan bagi saya mengenalkan brand sendiri di kancah dunia," ungkapnya.

    Noe mengungkapkan, apa yang kini dia terapkan dalam corak desainnya juga tak lepas dari pesan kesederhanaan serta pemilihan warna terang dan gelap sebagai simbol ketegasan dan kelembutan. Tak lupa, lanjut Noe, sentuhan tangan dinginnya dalam memoles model fesyen menjadi kunci bagaimana ia terus berusaha menghadirkan konsep berbusana yang sederhana, namun berkelas bagi semua kalangan.

    Lebih lanjut Noe menambahkan, sebuah pesan yang selalu ingin dibagikan adalah bagaimana kita berusaha mengejar dan mewujudkan mimpi. Karena ketika mau berusaha dan mencintai berbagai prosesnya, pada dasarnya tidak ada kata mustahil untuk mewujudkannya.

    Indahnya Sebuah Proses

    SETIAP orang mengalami perjalanan berbeda sebelum akhirnya menemukan apa yang menjadi pilihan kariernya. Tak terkecuali hal itupun dirasakan wanita asal Kota Bandung, Noe Amelya. Belajar melukis sejak kecil, menjadi model hingga kemudian melengkapinya dengan menjelma menjadi fesyen desainer.

    Berbagai pengalaman mulai dari yang menyenangkan hingga menyedihkan, pahit manispun sempat dirasakannya sebelum sampai pada titik sekarang ini. Meski mengaku begitu banyak yang ingin dilakukannya, Noe mengaku perjuangannya untuk sampai pada tahap sekarang ini adalah sebuah perjalanan yang selalu disyukurinya.

    Proses yang menuntunnya menjadi satu hal yang selalu disyukuri sebagai nikmat tak terhingga. Terlebih tak bisa dipungkirinya, ada banyak hal yang turut membentuk karakternya menjadi pribadi bertanggung jawab dari bekal pengalaman lalu.

    "Saya orang yang sangat menghargai proses. Ada banyak hal yang kemudian dapat menjadi pelajaran dan bekal berharga dari proses tersebut. Sehingga proses menuju apapun bagi saya adalah sebuah keindahan hidup dan pengalaman yang akan selalu dikenang," ujarnya.

    Dia menambahkan, selain mengikuti apa yang menjadi tuntutan hati, langkahnya dalam mengejar mimpi-mimpi adalah perjuangan yang juga tak sedikit mengorbankan banyak hal di masa lalu. Termasuk meninggalkan pekerjaan sebagai seorang guru di salah satu SMK di Kota Bandung.

    "Saya pernah mengajar tapi kemudian saya tinggalkan demi memperjuangkan. Bukan tidak menikmati peran sebagai pendidik, tapi saat itu saya merasa harus mengikuti apa yang menjadi tuntutan hati saya. Lika-liku itukah yang selalu menjadi pengingat bagaimana saya diajarkan untuk menghargai proses," tandasnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT