• Headline

    Bobotoh Pertanyakan Keadilan PSSI

    Oleh : Rianto Nurdiansyah11 Oktober 2018 07:19
    INILAH, Bandung-Rasa sayang bobotoh kepada Persib Bandung memang sangat besar. Mereka tidak rela apabila tim kebangaannya ini diperlakukan tidak adil.

    Itu bermula saat Komisi Disiplin (Komdis) memberikan sejumlah sanksi kepada Maung Bandung usai kontra Persija Jakarta, Minggu (23/9/2018) lalu. Elemen bobotoh berencana berembuk untuk menyatukan visi dan misi pada Rabu (10/10/2018). Namun gagal lantaran tak mengantoni izin.

    Salah satu Pendiri Viking Persib Club (VPC) Teddy Ekek mengatakan pihaknya ingin menanyakan kepada PSSI soal keadilan pada sepak bola Indonesia.

    "Tadinya kita akan mengadakan sharing dengan elemen bobotoh, semua ngumpul. untuk menyatukan visi dan misi. Tapi tidak keluar izin," ujar Teddy, Rabu (10/10).

    Bersamaan dengan keluarnya hukuman dari Komdis PSSI, Persib dianggap melakukan sembilan poin pelanggaran saat menjamu Persija di pekan ke-23 Liga 1 2018 tersebut. Di antaranya dialamatkan kepada tiga pemain asing, Ezechiel N Douassel, Bojan Malisic dan Jonathan Bauman.

    "Kita memang salah tapi di nama radius kesalahannya?" ucap Teddy.

    Pihaknya saat ini sedang menunggu hasil banding. Andaikata sanksi tak dapat diganggu gugat dan tetap memberatkan Persib, dia memprediksi akan ada peregerakan dari bobotoh. Namun dari awal pihaknya berkomitmen akan memantau terlebih dulu kelanjutan hasil banding.

    "Untuk saat ini hanya 'nyaah' ke Persib, jadi semua elemen bobotoh akan satu visi dan misi," katanya.

    Bilamana ada pergerakan pun, dia sampaikan, tidak akan dipusatkan di Kota Bandung atau di kota lainnya. Namun setiap distrik atau koordinator wilayah (korwil) bergerak di daerahnya masing-masing.

    "Kalau dipusatkan akan bahaya itu, jadi bergerak dengan sendiri-sendiri," ucapnya.

    Beberapa daerah di Jabar sudah turun ke jalan, misalnya saja bobotoh Tasikmalaya. Teddy sampaikan, hal tersebut dilakukan berdasarkan hati dari bobotoh itu sendiri.

    "Ya kita akan ngumpul lagi, kita akan berembuk lagi. Yang pasti kalau hasil banding tidak sesuai dengan harapan diprediksi setiap daerah akan melakukan gerakan besar-besaran mungkin," pungkasnya.

    Sementara itu, Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Sajati (The Bombs) Nevi Efendi mengatakan gerakan bobotoh yang terjadi di beberapa daerah itu dilakukan secara spontan. Artinya bukan perintah dari setiap pentolan di elemen bobotoh tersebut.

    Nevi juga mewajarkan, sebab bobotoh itu terdiri dari berbagai unsur.

    "Kalau menurut saya sih boleh-boleh saja (bergerak) karena itu kekecewaan bobotoh untuk mengekpersikan kekecewaanya kepada PSSI," ujar Nevi.

    Dia katakan, pihaknya menunggu hasil banding yang diajukan Manajemen Persib keluar. Dengan tak ada izin menggelar pertemuan dengan seluruh elemen bobotoh, dia katakan, bisa saja para pentolan bobotoh akan menunggu waktu yang pas untuk berbicara dengan pihak manajemen.

    "Mungkin antara ketua umun akan berbicara dengan manajemen Persib, biar tahu harus seperti apa bagusnya," pungkas Nevi.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT