• Headline

    Bobotoh Tasikmalaya Turun ke Jalan

    Oleh : Rianto Nurdiansyah09 Oktober 2018 07:16
    INILAH, Bandung-Bobotoh di Tasikmalaya sudah bergerak, mereka turun ke jalan untuk menyuarakan keluh kesahnya kepada PSSI pada Minggu (7/10/2018). Mereka menamakan diri sebagai Aliansi Bobotoh Tasik (ABT).

    Sedikitnya sekitar 600 bobotoh dari berbagai elemen melakukan longmarch, mulai berkumpul di Stadion Dadaha hingga Alun-alun Tasimalaya. Sambil menyusuri jalan, mereka membentangkan spanduk dengan tulisan 'Pesib Ataoe Mati'. Beberapa yang lainnya mengibarkan bendera dan mengangkat poster yang bermakna sindiran kepada PSSI sebagai badan kendali sepak bola di negeri ini.

    Salah satu perwakilan ABT Erik Buluk menilai PSSI sudah kehilangan kepercayaan dari masyarakat sepak bola, khususnya bobotoh. Karena itu, salah satu dari empat poin tuntutan adalah revolusi di tubuh PSSI.

    "Bukan hilang kepercayaan lagi, tapi (PSSI) sudah benar-benar kacau. Bobotoh di Tasikmalaya sendiri sudah tidak menganggap. Orang awam juga bisa menilai," ujar buluk via sambungan telepon, Senin (8/10/2018).

    Poin lainnya, yaitu mengenai regulasi hukuman. Pihaknya menilai hingga saat ini Komisi Disiplin (Komdis) PSSI seolah tidak memiliki sanksi yang baku. Demikian cenderung tebang pilih. Misalnya saja ketika Persib melakukan pelanggaran, kerap kali hukuman yang diterima selalu memberatkan. Namun, ketika tim lain melakukan kesalahan yang sama belum tentu sanksinya senada dengan yang dijatuhi kepada Persib.

    "Sekarang kami-kami yang hanya nonton juga bisa tahu seperti apa PSSI. Memberikan sanksi selalu berbeda-beda," kata dia.

    Poin lainnya, diarahkan kepada Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glenn Sugita yang juga berkuasa sebagai komisaris di PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka berharap, 'orang penting' di Maung Bandung ini bisa menentukan pilihannya.

    "Mau ngurus Persib atau yang lain. Biar tidak ada pikiran dari kita, kenapa enggak bisa menolong Persib dari sanksi yang tidak adil?" ucapnya.

    Buluk mengatakan, gerakan ini dilakukan secara spontan. Secara pribadi, dia jug kaget melihat banyaknya bobotoh yang terlibat. Padahal, Buluk sampaikan, antar elemen hanya melakukan komunikasi yang singkat mengenai rencana gerakan ini.

    "Pergerakannya secara spontan. Awalnya lewat chating personal. Namun karena satu visi jadi pergerakannya dilakukan sama-sama," ungkapnya.

    Saat ini pihaknya sedang menunggu hasil banding yang diajukan oleh Persib kepada Komdis PSSI. Andaikata tidak sesuai dengan ekpetasi, dia memprediksi akan ada gerakan yang lebih besar dengan jumlah massa ribuan.

    "Kemarin saja kita lakukan dengan spontan sampai 600 bobotoh yang ikut, kalau hukumannya tidak lebih baik dan PSSI tetap keukeuh akan lebih banyak lagi eleken bobotoh yang melakukan pergerakan di Tasikmalaya," beber dia.

    Hingga saat ini bobotoh di Kota Bandung belum melakukan gerakan turun ke jalan. Namun dia sampaikan, pihaknya sangat menghargai sikap elemen bobotoh induk yang ada di Bandung, seperti Viking Persib Club (VPC), Bomber, The Bomb dan organisasi lainnya.

    "Kita juga kemarin bukan maksud mendahului yang di Bandung, tapi memang kita lakukan secara spontan. Mengenai jumlah bobotoh yang hadir pun tidak kita predisi, ternyata bobotoh di Tasikmalaya antusiasnya besar," pungkasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT