• Headline

    Ridwan Kamil Minta Manajemen Terus Membina Bobotoh

    Oleh : Rianto Nurdiansyah24 September 2018 19:47
    INILAH, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Terus melakukan pembinaan kepada bobotoh. Menyusul, jatuhnya korban di Laga Persib kontra Persija Jakarta pada Liga 1 2018 di Stadion GBLA, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).

    Diketahui, pada laga panas ini salah satu suporter Persija, yakni Haringga Sirila (23) menjadi bulan-bulanan oknum suporter hingga meninggal dunia.

    "Saya sangat menyesalkan dan meminta PT Persib untuk terus melakukan pembinaan kepada bobotoh ataupun kepada mereka yang menjadi fans bolanya," ujar Ridwan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (24/9/2018).

    Gubernur karib disapa Emil ini juga meminta masyarakat agar tak ikut-ikutan menyebarkan video aksi keji tersebut di media sosial. Sebab, sangat tidak layak dipertontonkan.

    "Saya berharap kepada masyarakat jangan disebar lagi (video) jangan diviralkan lagi kontennya mengandung kekerasan kebiadaban yang luar biasa," harap dia.

    Emil bersyukur, kepolisian sigap menangani peritiwa ini. Setidaknya ada sebanyak delapan oknum suporter yang diamankan oleh Polrestabes Bandung.

    "Mudah-mudahan berikutnya tidak ada lagi, jadikan pembelajaran, jangan berbalas pantun juga, karena tak akan menyelesaikan masalah," ucapnya.

    Pada duel panas tersebut Persib unggul dengan skor 3-2. Namun di balik euforia itu ada rasa malu yang Emil rasakan. Dia turut berduka cita atas meninggalnya mendiang Haringga. Apalagi setelah dia mendapatkan informasi bahwa keluarga korban berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

    "Haringga ini ternyata keluarganya warga Jabar maka dimakamkannya di Indramayu. Dia adalah warga Indramayu yang hijrah ke ibu kota," jelas Emil.

    Emil menyayangkan, seharusnya sepak bola adalah olah raga untuk mengejar prestasi dan penuh perdamaian. Sebab, suporter manapun di pentas sepak bola di negeri ini sama-sama Warga Negara Indonesia (WNI).

    "Pancasilanya juga sama. Kenapa harus sampai melakukan kebiadaban seperti itu," katanya.

    Dia sampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tidak memiliki tupoksi terhadap olah raga profesional. Namun secara pribadi, dia akan memberikan santuan kepada keluarga korban.

    "Ini sebagai tanggung jawab saja supaya situasi jauh lebih baik," pungkasnya. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT