• Headline

    Ramadan, Supardi Usul Ini ke Gomez

    Oleh : Yogo Triastopo15 Mei 2018 18:09
    INILAH, Bandung - Pemain senior Persib Bandung Supardi Nasir menyesalkan aksi bom bunuh diri yang dilakukan teroris di sejumlah daerah Surabaya belakangan ini.

    Kapten tim Maung Bandung ini pun menyampaikan duka cita. “Semua sangat menyayangkan kejadian ini dan saya sendiri prihatin. Secara tidak langsung, agama kita tercela. Padahal dalam Islam, tidak ada bom bunuh diri,” kata Supardi di Sport Jabar Arcamanik Kota Bandung pada Selasa (15/5/2018).

    Tak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, aksi teror bom, juga berimbas kepada ditundanya laga skuatnya melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (19/5/2018).

    Tetapi bagi dia, pemunduran jadwal pertandingan pekan ke sembilan liga ini tak harus disesali. PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator liga, dinilai telah tepat mengambil keputusan.

    “Kita dengan Surabaya saudara, kita inginnya main. Tapi di satu sisi kita tidak bisa paksain kehendak kita, karena ini masalah kemanusiaan juga,” ucapnya.

    Supardi, mengaku sudah mendengar soal adanya rencana perubahan program berlatih Maung Bandung di puasa Ramadhan 1439 H tahun ini.

    Jika harus memilih antara berlatih malam atau sore hari, dia mengusulkan agar sesi latihan skuat Persib dilaksanakan pada sore hari jelang buka puasa.

    “Saya lebih senang berlatih di sore hari setelah Ba’da Ashar. Begitu selesai latihan, kita nunggu berbuka puasa dan malamnya kita bisa fokus beribadah,” ucapnya.

    Bermain di malam hari selama bulan puasa, ditambahkan dia tak menjadi soal. Memang dikatakan dia, akan ada sedikit perbedaan, tetapi tidak terlalu signifikan.

    “Sudah terbiasa sebenarnya. Malah, puasa itu segar tambah ringan ke badan. Tetapi itu balik lagi ke mental masing-masing pemain,” tandas dia.



    TAG :


    Berita TERKAIT