• Dany ' Javajive' Pikat Warga Cianjur di NJP 2018

    Oleh : redaksi16 April 2018 19:30
    INILAH, Bandung- Napak Jagat Pasundan (NJP) kembali hadir menggelorakan semangat untuk terus melestarikan kesenian dan kebudayaan di Tatar pasundan.

    Perhelatan NJP 2018 ini di gelar di Kabupaten dengan ikon "Cianjur Jago". Tepatnya di Lapangan Jagaraksa, Kecamatan Warung Kondan Kabupaten Cianjur, Sabtu (14/4).

    Napak Jagat Pasundan (NJP) kali ini merupakan gelaran pembuka dan perdana di tahun 2018, dengan mengusung Tema bertajuk ' Keur Balarea' dan digelar di 11 kota di Jawa Barat.

    Berbeda dengan gelaran NJP sebelumnya, gelaran yang di inisiasi 'Coklat Kita' ini, diisi dengan berbagai rangkaian acara yang dimulai dengan Workshop budaya, dikemas dengan konsep pagelaran langsung oleh para pelaku kesenian dengan narasumber Duta Napak Jagat Ega Robot dan Kang Opik dari Saung Angklung Udjo.

    Peserta yang terlibat dalam workshop antara lain, pelaku seni dan para pendidik dibidang kesenian baik itu dari SMA, SMK, dan Mahasiswa. Selain itu, para peserta diberikan workshop dan sharingterkait dengan konsep pengemasan dan penyajian kesenian bagi masyarakat.

    Dengan adanya workshop dan sharing session menjadi harapan NJP terhadap para peserta agar bisa berbagi ilmu dan mengembangkan konsep dalam pengemasan tampilan dalam pertunjukan seni bagi sanggar seni maupun anak-anak didiknya di sekolah.

    Ribuan warga dari berbagai wilayah di cianjur turut hadir‎ untuk menyaksikan sebuah perhelatan akbar seni budaya dengan kemasan yang menarik dan menghibur. Sebuah event yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat terutama para pelaku seni dan budaya.

    Hujan deras yang mengguyur lapang jagakarsa sejak sore hari tak menyurutkan antusiasme para penonton untuk menyaksikansegudang hiburan menarik yang disuguhkan dalam event Napak Jagat Pasundan.

    Dengan Bambu sebagai konsep dekorasi khas Tatar pasundan dengan tata lampu dan konsep khas adat sunda semakin menambah nilai eksotika event Napak Jagat Pasundan 2018 kali ini. Dua stage khusus disiapkan, dan Stage terbesar disiapkan untuk memberikan hiburan paling utama bagi seluruh masyarakat Cianjur.

    Tak hanya itu, NJP senantiasa memberikan edukasi melalui booth khusus yang telah disediakan seperti, booth Kaulinan yang mengedukasi masyarakat masa kini tentang permainan tempo dulu, booth Budaya yang mengedukasi masyarakat terkait budaya yang di tatar pasundan. Beberapa diantaranya, gamelan sunda, dan alat rengkong.

    Terdengar gelak tawa dari para penonton di salah satu stage. Nampak terlihat keceriaan penonton saat menyaksikan penampilan dari Pojok Sicepot, dengan Dalang Umar Darusman Sunandar, dengan cerita nyata dunia pemerintahan, namun dibawakan dengan lawakan khas dan segar.

    Penampilan Jaipong Sandrina jadi yang ditunggu-tunggu penonton. Keahliannya dalam menari jaipong, mampu menyihir ribuan pasang mata‎ untuk tak berkedip melihat kelincahan dan keindahan gerak Tari jaipong yang dibawakannya.

    " Aku baru pertama kali gabung disini, tadi Sandrina ngajarin senam jaipong sama warga yang ada di cianjur, seneng banget. Mereka sangat antusias luar biasa, mereka masih peduli dengan seni dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Seneng banget, warganya ramah-ramah.Ini kali pertama aku‎," ungkap Sandrina (IMB) sekaligus talent NJP 2018 disela acara NJP 2018.

    Sandrina menambahkan, materi lebih mengangkat ciri khas seni dan budaya pasundan. " Acaranya lebih menampilkan kebudayaan, menurut aku bagus dan seneng juga bisa tampil di NJP," tuturnya.

    " Buat anak- anak Indonesia, jangan lupakan kesenian yang ada di Indonesia, kalau kita yang bukan melestarikan siapa lagi, kalian harus bisa belajar tari-tarian yang ada di indonesia," tandasnya.

    Tries Pondang ‎perwakilan Coklat Kita Bandung menuturkan, jadi untuk NJP ini kita masuk tahun ke- 6. Selama 6 tahun, tiap tahunnya memiliki tema, baik secara konten talent maupun dekorasi yang ada.‎

    " Khusus untuk 2018 ini, kita lebih memaksimalkan secara visualisasi lebih ke konsep Bambu. Bambu merupakan salah satu budaya yang ada di Jawa Barat yang perlu kita angkat," tuturnya saat ditemui wartawan di Sela acara NJP 2018.

    Tries menjelaskan, dalam dekorasi ini kita tempatkan beberapa instrumen alat musik yang ada di Jawa Barat, kendang, calung, dll. Dan semua itu bisa dimainkan oleh warga secara langsung.

    " Mereka bisa menikmati Suara kendang, calung, dan kecapi secara langsung," katanya.

    Tries melanjutkan, yang membedakan NJP 2018 dengan NJP tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya, pihaknya mengadakan bermain calung bersama, dan tahun ini kita bermain kohkol bersama dan senam kohkol‎.

    " Selain bermain kohkol bersama, kita memasukan talent baru di NJP Kali ini, ‎yaitu Sandrina, juara IMB, dan sesuai dengan pengamatan, Sandrina mampu membuat suasana hidup di even NJP pertama di tahun 2018," tuturnya.

    Lebih jauh Tries menjelaskan, ada11 titik yang dipilih di NJP 2018 dan satu titik yang akan dijadikan big bang dan Itu masih jadi kejutan dari NJP. Untuk pemilihan tempat sendiri juga merupakan kepentingan dari sisi marketing coklat kita, kedua momentum, bedanya secara konten dan main stage.

    Tries menambahkan, NJP bukan hanya sekedar tontonan, namun juga bagaimana tontonan bisa jadi tuntunan, tuntunan ini kita sebar untuk seluruh warga yang ada di wilayah NJP dilaksanakan. Bukan hanya untuk talent, coklat kita, tapi untuk semua. " Jadi bagaimana budaya sunda ini kita apresiasi dengan mengangkat talent lokal yang ada. Artinya budaya sunda ini untuk semua," tandasnya.

    Sementara itu ditempat yang sama, Asep Mulyana Perwakilan Coklat Kita Distrik Cianjur menuturkan, sebelum ini pihaknya telah melaksanakan pra NJP. Pra NJP dilakukan di wilayah cilaku, bersamaan dengan milangkala cilaku.

    " Sebelum ini kita adakan pra NJP, dihari pertama ada pra NJP yang diisi dengan workshop dan hari kedua ada penampilan lokal. Dan dari 10 kita pilih tiga, dan telah kita saksikan tiga penampilan dari masing- masing perwakilan dari cilaku dan Warung kondang,"tuturnya.

    Asep menjelaskan, untuk teknis peserta kita bagi dua, dari Warung Kondang ada 4 peserta dan dari Cilaku ada 6 peserta.

    " Jadi tiga yang dipilih, satu peserta dengan Tarian Jaipong khas dari Warung Kondang dan dua dari Cilaku yang membawakan seni pencak silat," Jelasnya.

    Asep menambahkan, NJP 2018 mendapat respon luar biasa dari pemerintah daerah khususnya kecamatan Warung Kondang. Momen ini jadi ajang pertunjukan kesenian khas Warung Kondang, seperti tarian rengkong, dan gamelan.

    " Kita juga menampilkan beberapa ikon khas cianjur seperti Kopi khas cianjurdan Ayam pelung‎ Asli dari warkon, kita ingin mengangkat hasil kebudayaan dan seni yang sudah terbentuk di Warung Kondang ini, dan kita mendapat apresiasi dari pihak kecamatan dan tentunya sangat berterima kasih," ujarnya.

    Asep berharap, dengan adanya acara ini sesuai dengan temanya, bahwa semoga generasi muda bisa lebih termotivasi untuk melestarikan kebudayaan.

    " Kalau kita lihat sekarang ini, secara ketertarikan sudah mulai kurang. Harapan kita dengan adanya acara ini generasi muda bisa lebih percaya diri,terutama menampilkan kebudayaan lokal seperti, calung dll. Dan diharapkan Coklat Kita bisa jadi wadah untuk generasi muda yang ingin terus mengembangkan seni dan budaya lokalnya," tandasnya.

    Hingga gelaran usai, penampilan Dany ' Javajive' menjadi bagian rangkaian puncak, ditambah kolaborasi epik Dany dan Ega Roboth membawakan lagu pop berjudul " Kau Yang Terindah" dengan iringan intrumen kecapi semakin memperkaya seni musik tradisonal yang dapat berkolaborasi dengan genre apapun.
    Hingga para penonton pun ikut larut dalam keceriaan.

    Penampilan kolaborasi seluruh talent jadi penutup seluruh rangkaian NJP 2018‎.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT