• Kebakaran Pasar Kepuh Kuningan Rugikan Pedagang Ratusan Juta

    Oleh : erika12 Oktober 2018 15:22
    INILAH, Kuningan- Sedikitnya empat kios di Pasar Kepuh, Kelurahan/Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, terbakar.

    Kebakaran ini ergolong salah satu yang terbesar dari sekitar 196 peristiwa kebakaran di Kuningan selama musim kemarau ini.

    Api yang membakar empat kios pada Kamis (11/10) malam, baru bisa dipadamkan sekitar tiga setengah jam kemudian. Tak ada korban jiwa, dan kerugian materil akibat kejadian itu diperkirakan melebihi Rp246 juta.

    Pelaksana Teknis Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Khadafi Mufti mengungkapkan, api diduga bermula dari salah satu kios permanen milik Supri (75) dan Yoyoh (63) di Blok M.2.

    Petugas yang mendapat laporan segera mengerahkan empat unit kendaraan pemadam kebakaran.

    "Kami kerahkan setidaknya 29 petugas pemadam kebakaran. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar," katanya kepada INILAH.

    Pihaknya sempat menghadapi kesulitan akses masuk ke lokasi kebakaran yang tergolong berada di area padat penduduk. Tak sedikit warga yang menyaksikan kejadian hingga menyulitkan upaya pemadaman api.

    Selain petugas damkar, upaya pemadaman api dibantu pula anggota Satpol PP Kabupaten Kuningan, anggota Kodim 0615/Kuningan, anggota Polsek Kuningan, maupun BPBD Kabupaten Kuningan.

    Setidaknya tiga setengah jam kemudian kobaran api baru berhasil dijinakkan petugas.

    Salah seorang saksi mata, Maman (28) menyebut, sempat terdengar dua kali bunyi ledakan dari salah satu kios. Tak berselang lama, muncul asap hitam pekat sebelum kemudian api menyala.

    Menurut Khadafi, penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik (korsleting arus listrik). Dari empat kios yang terbakar, satu unit di antaranya tergolong parah milik Supri/Yoyoh.

    "Untuk tingkat kebakaran satu kios itu 75% di mana barang dagangan dan bangunannya habis dilalap api. Sementara tiga kios lain hanya bagian atap yang terbakar atau tingkat kerusakan sekitar 30%, barang dagangannya masih bisa diselamatkan," jelasnya.

    Pasar Kepuh yang telah dimodernisasi dari wujud pasar tradisional, disebutkannya, telah mengalami kebakaran setidaknya tiga kali dalam tahun berbeda.

    Menurut Khadafi, untuk mencegah kebakaran akibat korsletibg listrik, diperlukan perbaikan sistem instalasi kelistrikan di seluruh wilayah pasar ini.

    Selain itu, perlu pula dibuatkan saluran hidran air. Di mana seluruh toko dianjurkannya melengkapi diri dengan alat pencegahan kebakaran, seperti pemadam api ringan, hidran air, dan lainnya.

    Dia mengakui, kesadaran masyarakat maupun pelaku usaha untuk memiliki alat pencegah kebakaran masih minim. Padahal, pihaknya sudah kerap menyosialisasikan pentingnya memiliki alat pemadam api ringan.

    "Kami sudah menyosialisasikan kepada masyarakat. Tapi persoalannya, sulit menerapkan kesadaran ini di mata masyarakat," ungkapnya.

    Kebakaran yang menimpa Pasar Kepuh sendiri menambah daftar panjang peristiwa selama musim kemarau 2018 di Kabupaten Kuningan.

    Pihaknya mendata, selama Januari hingga awal Oktober ini, setidaknya sudah 196 peristiwa kebakaran terjadi dengan dominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


    TAG :


    Berita TERKAIT