• Headline

    Suhu Udara di Cirebon Mencapai 38 Derajat Celcius

    Oleh : erika10 Oktober 2018 17:11
    fotografer: Ilustrasi/net
    INILAH, Majalengka - Suhu udara maksimum melanda Wilayah Cirebon pada pekan kedua Oktober 2018 ini. Bahaya kebakaran masih menghantui di wilayah ini.

    Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengungkapkan, dua hari terakhir suhu udara di Cirebon, Indramayu, dan Majalengka, mencapai 38 derajat celsius. Suhu udara maksimum diprediksi akan terjadi hingga tiga hari ke depan.

    "Cirebon diperkirakan dilanda suhu udara maksimum ssmpai tiga hari ke depan. Setelah itu, tren suhunya akan menurun," katanya.

    Dia menyebutkan, pada September hingga Oktober, posisi pergerakan semu matahari sedang menuju wilayah selatan equator. Kondisi itulah yang menyebabkan suhu udara menjadi panas.

    Sekalipun saat ini suhu udara tinggi, dia mengatakan, suhu ini bukanlah yang tertinggi yang pernah terjadi. Dia menyebutkan, sepanjang 2000-2018, suhu udara tertinggi di Wilayah Cirebon tercatat pernah terjadi pada 12 Oktober 2002 saat suhu udara maksimum mencapai 40 derajat celcius.

    Menghadapi suhu udara tinggi saat ini, BMKG Jatiwangi mengimbau masyarakat memperbanyak minum dan melindungi diri dari sengatan matahari.

    Masyarakat harus pula mengenakan pakaian yang membuat tubuh tetap merasa sejuk dan membuat strategi untuk melawan panas. "Waspadai juga kerawanan terjadinya kebakaran," cetusnya.

    Sementara itu, memasuki hari kesebelas, kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan belum berhasil dipadamkan hingga Rabu (10/10). Upaya pemadaman di titik api masih terus dilakukan.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan, pada Selasa (9/10), api di titik Gunung Dulang sudah melewati Blok Sirumi dan mendekati Blok Sigedong dan hutan alam. Selain itu, muncul titik kepulan asap baru di Blok Buyut, Desa Pasawahan.

    Tim gabungan yang diberangkatkan menuju Blok Buyut langsung bekerja memadamkan api. Usaha mereka berhasil, sehingga api dapat dipadamkan di hari yang sama.

    Dengan demikian, hingga Selasa (9/10) sore, titik api yang terpantau masih menyala ada di Gunung Dulang. Selain itu, di Citiis juga terpantau ada asap tipis. Begitu pula di perbatasan Cileutik dan Blok Buyut, terpantau masih ada kepulan asap di dalam area yang sudah terbakar.

    "Upaya pemadaman terus berlanjut. Hingga (Rabu) siang ini, kebakaran belum sepenuhnya padam," tutur Agus. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT