• KPU Purwakarta Ancam Coret Dua Caleg Mantan Napi dari DCT

    Oleh : Asep Mulyana10 Oktober 2018 16:29
    fotografer: Ilustrasi/net
    INILAH, Purwakarta - KPU Kabupaten Purwakarta mengancam mencoret dua nama Calon Legislatif (Caleg) peserta Pileg 2019. Hal tersebut dilakukan setelah lembaga penyelenggara pemilu itu mendapat informasi dan aduan dari masyarakat, kedua caleg tersebut mantan narapidana (Napi).

    "Laporan ini, kami terima setelah pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT). Untul itu, kami akan segera menindaklanjutinya," ujar Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturrahman kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).

    Dalam hal ini, sambung dia, pihaknya akan segera melakukan rapat pleno untuk membahas tentang laporan tersebut.

    Pihaknya pun tak menampik, sejak dari awal telah kecolongan. Terlebih, sejak dari awal mendaftarkan diri, keduanya tidak menyertakan keterangan bahwa yang bersangkutan adalah mantan narapidana dalam kasus narkoba.

    Dia menjelaskan, jika merujuk pada aturan yang berlaku, mereka berdua tidak memenuhi syarat pencalonan. Makanya, dua caleg yang masing-masing dari PKB dan Partai Berkarya itu terancam dicoret dari DCT Pemilu 2019 untuk tingkat Kabupaten Purwakarta.

    "Nanti, melalui Pleno akan diputuskan apakah caleg yang bersangkutan memenuhi syarat atau tidak, secara prinsip PKPU menjadi patokan kami," kata Ahmad.

    Dia menambahkan, setelah rapat pleno dilakukan, hasilnya akan langsung diserahkan ke Bawaslu setempat untuk ditinjau dan dimintai rekomendasi terkait kasus itu.

    Adapun dua caleg yang terancam dicoret karena dianggap tidak memenuhi syarat itu inisial AAR dari PKB Dapil VI dan LH dari Partai Berkarya Dapil V.

    Sebenarnya, sambung dia, hal ini tidak akan menjadi masalah jika yang bersangkutan sebelumnya melampirkan form bukti pada awal pendaftaran bahwa dia mantan napi.

    "Kalau dilihat dari masalah administrasinya, ini berawal dari peserta yang mendaftar tidak terbuka, yang bersangkutan tidak melampirkan hal itu (surat bahwa dia mantan napi)," tambah dia.

    Terkait data kedua caleg mantan narapidana tersebut, pihaknya juga sudah mendapatkan bukti otentik berupa catatan pidana dari Pengadilan Negeri setempat.

    Sementara itu, selain dua caleg yang terancam gagal jadi wakil rakyat Purwakarta itu, ada pula caleg yang memutuskan akan mundur. Satu Caleg tersebut berasal dari Partai Hanura Dapil VI Sarif Munawar yang menyatakan mengundurkan diri dari pencalegan.

    "Dua mantan napi, satu caleg menyatakan mengundurkan diri. Sebenarnya boleh mantan napi jadi caleg, tapi dengan catatan harus mengikuti aturan yang berlaku. Tapi saat tidak mengikuti aturan, masa kami harus meloloskan," pungkasnya.

    Seperti diketahui, pertengahan September 2019 lalu, KPU Purwakarta memasukan 615 bakal calon legislatif dari 15 partai politik pada Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019 untuk DPRD Purwakarta.

    Namun, jika tiga caleg diatas telah ditetapkan dicoret dan mundur, maka KPU menyisakan 612 DCT Pemilu 2019 untuk Kabupaten Purwakarta. Dari 612 daftar calon tetap tersebut, terdiri dari 369 caleg laki-laki dan 243 caleg perempuan. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT