• Headline

    Sembilan Hari, Gunung Ciremai Masih Membara

    Oleh : erika09 Oktober 2018 15:51
    INILAH, Kuningan- Api kembali berkobar di area Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, selama sembilan hari terakhir. Petugas tim gabungan menghadapi sejumlah aral dalam upaya pemadaman.

    Sejak 30 September hingga Selasa (9/10), api di Gunung Ciremai diketahui masih belum padam. Kondisi medan berbatu maupun angin yang kerap berubah arah menyulitkan upaya pemadaman api.

    "Selain itu, sebaran lokasi titik api pun berjauhan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Selasa (9/10).

    Kebakaran itu sendiri sejauh ini telah menghanguskan sedikitnya 900 hektare area Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Selain lahan di kawasan TNGC, api pun membakar sekitar 19 hektare kawasan Kebun Raya Kuningan (KRK) sejak Kamis (4/10) pekan lalu.

    Api dikhawatirkan terus menyebar mengingat kemarau masih berlangsung. Selain api dan luasannya, kekhawatiran lain berupa asap yang ditimbulkan kebakaran tersebut. Menurutnya, asap berpotensi melanda wilayah udara Cirebon yang berada di bawahnya.

    "Kalau sebarannya (api) ke utara, kemungkinan asap sampai Cirebon," cetusnya.

    Api pertama kali muncul di kawasan TNGC Blok Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan pada Minggu (30/9). Pada Kamis pekan lalu, api semakin meluas sehingga merambat ke sekitarnya.

    Agus mengatakan, pada hari itu juga penangan sempat dihentikan karena faktor cuaca, sebelum kemudian dilanjutkan kembali. Empat titik kepulan asap diketahui berasal dari Cikajayaan, Blok Kiamis, Bukit Seribu Bintang, dan Gunung Dulang. Upaya pemadaman pun terus dilakukan.

    Sementara itu, kebakaran juga melanda sekitar 1 hektare lahan hutan Plangon, Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/10). Kebakaran yang melanda hutan Plangon tersebut sejauh ini telah lima kali terjadi.

    "Penyebab kebakaran kali ini diduga dari puntung rokok warga yang menebang kayu di area hutan," kata Kepala Seksi Tanggap Darurat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana.

    Eno menyebutkan, selama musim kemarau tahun ini, kebakaran tertinggi di Kabupaten Cirebon terjadi pada September dengan 85 kejadian. Selama sebulan itu, kebakaran menyebabkan dua orang terluka dan kerugian materil mencapai Rp734 juta.

    "Selama September, kebakaran melanda sebelas rumah, 16 tempat usaha, dan satu unit mobil. Mayoritas kebakaran sendiri terjadi di lahan kosong dan alang-alang," bebernya.

    Penyebab kebakaran didominasi faktor manusia, yang di antaranya membakar sampah sembarangan maupun puntung rokok. Pihaknya lebih jauh kembali mengingatkan warga untuk terus mewaspadai potensi kebakaran selama musim kemarau.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT